Sosialisasi Pembangunan Keluarga, Wagub Sentil IPM dan Stunting di Gorontalo

Sosialisasi Pembangunan Keluarga, Wagub Sentil IPM dan Stunting di Gorontalo

11/06/2021 21:21 0 By Alex

Pembangunan Keluarga

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim ketika, memberikan sambutan pada pembukaan sosialisasi pembangunan keluarga di Hotel Aston, Kota Gorontalo, Jumat (11/6/2021). (F. Haris)

Hulondalo.id – Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim membuka sosialisasi pembangunan keluarga yang digelar di Hotel Aston, Kota Gorontalo, Jumat (11/6/2021).

Sosialisasi pembangunan keluarga menghadirkan narasumber masing-masing Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Nihayatul Wafirah dan Penyuluh KB Ahli Utama BKKBN RI, Nofrijal.

Sosialisasi ini bertujuan untuk memperkuat peran serta mitra kerja dalam rangka memajukan program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana).

”Kita patut berbangga karena program Bangga Kencana telah diimplementasikan dengan baik di Gorontalo. Indikator keberhasilan Bangga Kencana ini terlihat dari hasil Sensus Penduduk tahun 2020 di mana terjadi perlambatan laju pertumbuhan penduduk Gorontalo sebesar 1,10%,” kata Idris.

Namun demikian, masih banyak persoalan kependudukan yang harus dituntaskan bersama oleh pemerintah daerah, BKKBN dan mitra kerjanya.

Kata Idris, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Gorontalo yang masih berada pada posisi 68,68 poin serta penanganan bayi yang lahir stunting menjadi persoalan yang harus segera ditangani.

“Masalah stunting ini sudah kronis dan perlu tindakan cepat dalam menanganinya. Oleh karena itu tahun ini ada 4 kabupaten di Gorontalo yang menjadi lokus perhatian penanganan stunting,” terang Idris.

Guna optimalnya progam yang diarahkan untuk menangani persoalan kependudukan, Idris menaruh harapan besar pada seluruh jajaran Perwakilan BKKN Gorontalo.

231 Penyuluh Keluarga Berencana bersama 3.430 kadernya yang tersebar di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo diharapkan mampu memberdayakan masyarakat dan menggerakkan segala sumber daya yang ada untuk mencegah kelahiran bayi stunting.

“Tentunya para penyuluh dan kader ini tidak bisa bekerja sendiri. Seluruh mitra kerja BKKBN mulai dari tokoh agama, tokoh adat, masyarakat, bahkan sektor swasta yang terlibat secara aktif untuk mewujudkan pembangunan keluarga berkualitas bebas stunting,” tandasnya.(adv/alex)