SPN Gorontalo: Antara Pengangguran dan Mendesaknya Kebutuhan Personel

12/11/2019 14:39 0 By Alex

Irjen Pol Drs Rachmad Fudail MH

Hulondalo.id – Irjen Pol Rachmad Fudail sudah meninggalkan rumah jabatan Kapolda Gorontalo. Pelepasan jenderal bintang dua itu pun digelar secara adat Gorontalo, yakni adat “Mopotolungo” atau adat berjenjang turun dari keluarga besar Polda Gorontalo, Selasa (12/11/2019).

Wakil Gubernur Idris Rahim mewakili Pemerintah Provinsi Gorontalo pun turut hadir pada prosesi adat Mopotolungo. Menurut Idris, Irjen Pol Rachmad Fudail telah menorehkan segudang prestasi di Gorontalo. Salah satunya adalah pembangunan Sekolah Kepolisian Negara (SPN) di Kecamatan Tabongo, Kabupaten Gorontalo.

Bicara soal SPN, pada temu kesan bersama insan pers Gorontalo yang digelar Jumat (1/11/2019) lalu, Irjen Pol Rachmad Fudail rupanya memiliki alasan khusus untuk membangun SPN termegah dengan anggaran urunan dari pemerintah provinsi, kabupaten/kota serta pihak swasta itu.

Salah satunya adalah meningkatkan perekonomian di Gorontalo. Buktinya, harga tanah di sekitar lahan pembangunan SPN Tabongo terpantau naik drastis. Selain itu, sebagai upaya untuk menekan angka pengangguran di Provinsi Gorontalo.

“Jadi yang saya lihat, kemiskinan dan pengangguran. Itu saja. Saya minta jatah 200 (calon bintara), tahun depan terima 256 lagi. Tidak ada eksodus dari daerah lain, tidak ada sistem bayar-bayar,” kata Irjen Pol Rachmad Fudail.

Dia juga mengatakan, saat ini Polda Gorontalo masih kekurangan sedikitnya 4.000 personel Polri. Dan jika setiap tahun menerima setidaknya minimal 200 calon bintara baru, maka butuh 20 Tahun agar kebutuhan personel Polda Gorontalo bisa terpenuhi.

“Saat ini saja, Polda Gorontalo hanya punya sekitar 351 anggota Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat). Padahal di Gorontalo ada sekitar 727 desa. Jadi memang kita perlu ada penambahan kekuatan,” kata Irjen Pol Rachmad Fudail.

SPN Polda Gorontalo pun saat ini sudah beroperasi. Tidak hanya sukses megah, bahkan menjadi rujukan 6 Polda di Indonesia yang telah melakukan studi tiru di SPN Polda Gorontalo.

Dari alasan sosial-ekonomi pula, itu belum termasuk RS Bhayangkara dan Polres Gorontalo Utara yang saat ini sedang on progres.

Perpisahan dengan Irjen Pol Rachmad Fudail, mulai dari gelar Adat Mopotolungo hingga upacara pedang pora berlangsung emosoinal. Tak sedikit personel Polda Gorontalo yang berlinang air mata.

Terima Kasih, Irjen Pol Rachmad Fudail.(Alex/tim HL)