Staf Ahli Menteri PPN/Bappenas: Inisiasi KEK Teluk Tomini Bagian Percepatan Pembangunan KTI

Staf Ahli Menteri PPN/Bappenas: Inisiasi KEK Teluk Tomini Bagian Percepatan Pembangunan KTI

05/11/2021 20:42 0 By Maman

Dialog RRI Staf Bappenas

Staf Ahli Menteri PPN/Bappenas Bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Infrastruktur, Dr. Velix Vernando Wanggai, S.IP., MPA saat mengikuti Dialog Pro Aspirasi RRI Gorontalo. (foto:hms)

Hulondalo.id – Pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Perdesaan yang digagas Universitas Negeri Gorontalo (UNG), bagian dari percepatan kawasan Timur Indonesia.

Staf Ahli Menteri PPN/Bappenas Bidang Pembangunan Sektor Unggulan dan Infrastruktur Dr. Velix Vernando Wanggai, S.IP., MPA mengatakan, pembentukan KEK Perdesaan Teluk Tomini adalah agenda strategis yang diinisiasi oleh figur-figur dari Kawasan Timur Indonesia, untuk mengurangi kesenjangan antara wilayah barat dan wilayah timur Indonesia.

“Dari sisi pemerintah pusat atau Bappenas melihat bahwa, ada strategi besar yang kita dorong, kita ingin menempatkan Teluk Tomini dalam dua koridor kebijakan, baik kebijakan yang bersifat pertumbuhan sehingga kita melihat bahwa Teluk Tomini memiliki potensi-potensi ekonomi yang sangat real ekonomi dan strategis sehingga diperlukan kerangka-kerangka kebijakan yang menumbuhkan sektor-sektor unggulan di kawasan Teluk Tomini,” ungkapnya pada program Dialog Pro Aspirasi Radio Republik Indonesia Gorontalo pada Kamis (4/11/2021).

Hal yang menarik dalam konteks pengembangan KEK Teluk Tomini menurut Velix adalah, potensi dengan basis paling bawah yaitu desa atau kawasan perdesaan dalam konteks strategi pertumbuhan. Bappenas juga kata Velix, melihat dan menempatkan Teluk Tomini dalam konteks koridor pemerataan pembangunan.

“Kalau kita melihat Teluk Tomini dalam skala yang besar, kita bisa melihat bahwa ada beberapa kabupaten, daerah dalam konteks ukuran indikator pembangunan relatif harus disentuh. Dalam kategori indikasi pembangunan, ada daerah yang masih tertinggal tetapi memiliki recourcess cukup besar, sehingga memerlukan strategi yang kita sebut dalam konteks perencanaan nasional strategi berbasis pertumbuhan dan basisnya paling bawah desa” ujarnya. (Inkri)