Status Lahan Belum Jelas, Gustam: OPD Terkait Kami Minta Lakukan Pendataan

Status Lahan Belum Jelas, Gustam: OPD Terkait Kami Minta Lakukan Pendataan

19/07/2021 21:25 0 By Maman

Raker Mitra Status Lahan

DPRD Gorontalo Utara saat menggelar raker bersamamitra kerja terkait status lahan. (foto:prin)

Hulondalo.id – DPRD Gorontalo Utara meminta OPD terkait untuk segera melakukan pendataan terhadap status lahan yang belum jelas. Ini menindak lanjuti Raker bersama mitra kerja yang digelar Senin (19/7/2021).

Raker yang membahas status lahan eks HGU di Desa Popalo Kecamatan Anggrek dan Lahan Mangrove Desa Ponelo Kepulauan kata Anggota DPRD Gorontalo Utara, Gustam Ismail, melahirkan beberapa kesimpulan.

“Kesimpulan ini baik untuk status lahan di ponelo Kepulauan dan di kecamatan Anggrek itu, pemerintah desa, kecamatan dan pemerintah daerah, segera melakukan pendataan status-status tanah yang belum jelas, kemudian segera diusulkan ke KPH,” kata Gustam.

Pendataan kata Gustam, akan dikoordinir oleh Dinas Perkim untuk menindaklanjuti semua usulan dari desa, kemudian ini akan diusulkan ke KPH.

“Kita berikan waktu dua minggu, kemudian kita akan evaluasi lagi di dua minggu kemudian,” tambahnya.

Selain itu, Gustam berharap, pulau-pulau yang sudah memiliki status seperti Pulau Ponelo yang sudah menjadi kecamatan termasuk Desa Dudepo di Kecamatan Anggrek, agar tidak ada lagi lahan yang sifatnya daratan masih masuk pada kawasan hutan bakau.

“Batas dari kepulauan seharusnya bibir pantai, ini menjadi dasar batas untuk menentukan bahwa ini, kawasan hutan bakau dan ini sudah menjadi lahan masyarakat,” imbuhnya.

Gustam juga tidak menginginkan persoalan akan terjadi lagi, ketika masyarakat sudah mengelola lahan itu. Terutama di pulau-pulau baik di Ponelo maupun Dudepo, kemudian diklaim lagi masih masuk kawasan hutan bakau.

“Karena ini sudah sekian lama dikelola masyarakat sebagai lahan pertanian dan perkebunan, harus ada kebijakan khusus terhadap kecamatan Ponelo dan desa Dudepo ini, ini yang kita dorong kepada teman-teman mitra, mudah-mudahan kita akan tindak lanjuti dalam dua minggu kemudian,” tandas Gustam (Prin/Adv)