Stok Pangan Gorontalo Aman Jelang Natal dan Tahun Baru

Stok Pangan Gorontalo Aman Jelang Natal dan Tahun Baru

11/12/2019 20:11 0 By Alex

Stok beras yang ada di gudang Bulog Sub divre Gorontalo. (F. dok Alex)

Hulondalo.id – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memastikan stok pangan jelang Natal dan Tahun Baru 2020 aman. Ketersediaan stok pangan ini sangat penting untuk mengantisipasi lonjakan harga yang biasanya terjadi di setiap penghujung tahun.

“Alhamdulillah, kesiapan sembako stok pangan jelang Natal dan tahun baru aman. Tadi dilaporkan oleh Kadis Pangan dan Kadis Kumperindag cukup bagus, tersedia semua dan harganya terkendali. Elpiji dan BBM juga ada, insya Allah sampai akhir tahun dan awal tahun,” ketus Gubernur Rusli Habibie usai memimpin rapat bersama Forkopimda, Rabu (11/12/2019).

Terpisah, Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo Sutrisno mengatakan, sedikitnya 11 komoditas pangan di Gorontalo terpantau aman stoknya dengan harga yang stabil. Seperti beras, yang dibutuhkan sebesar 14.333 Ton namun yang tersedia mencapai 26.922 Ton dengan harga kisaran Rp 8.100,- per Kg.

Adapun gula pasir kebutuhan 1.563 Ton, sementara yang tersedia mencapai 11.186 Ton dengan kisaran harga Rp 12.300,- per Kg. Ada juga tepung terigu dengan kebutuhan 118 Ton, dengan stok 750 Ton dengan kisaran harga Rp 8.500,- per Kg.

“Daging sapi juga, kebutuhanya 118 Ton, stoknya ada 3.802 Ton dengan harga Rp 120.000,- per Kg. Kalau daging ayam kebutuhan 237 Ton, stoknya ada 386 Ton dengan harga Rp 25.000,- per Kg,” sebut Sutrsino.

Dalam rangka hari-hari besar keagamaan, Dinas Pangan sejatinya sudah menyiapkan 10 kali operasi pasar dengan menyasar desa-desa rawan pangan se-Provinsi Gorontalo. Terhitung, saat ini sudah 6 kali digelar operasi pasar. Sedangkan sisanya 4 kali akan menyasar desa-desa mayoritas beragama Kristen yang akan merayakan Natal dan tahun baru.

“Jadi harga distribusinya yang kita pangkas. Komoditi seperti telur misalnya, itu kita ambil dari produsen harganya hanya Rp 1.400,-. Sementara di pasaran dijual Rp 2.000,-. Harga produsen itu yang kita jual sehingga lebih murah,” ketus Sutrisno.(adv/alex)