Stok Pupuk Urea Bersubsidi di Gorontalo Capai 3.874 Ton

Stok Pupuk Urea Bersubsidi di Gorontalo Capai 3.874 Ton

20/07/2020 11:57 0 By Alex

Stok Pupuk Urea Bersubsidi di Gorontalo

Stok pupuk urea bersubsidi di gudang Pupuk Kaltim Gorontalo. (F. dok)

Hulondalo.id – Untuk memenuhi kebutuhan pupuk urea di Gorontalo, stok pupuk urea bersubsidi di gudang Pupuk Kaltim Gorontalo tercatat masih sebesar 3.874 Ton, jauh di atas ketentuan stok minimal sebesar 1.213 Ton.

“Kami telah meyalurkan 1.309 Ton pupuk urea bersubsidi ke berbagai kabupaten di Gorontalo, atau sekitar 53% dari alokasi 2.426 Ton pupuk urea subsisi sampai periode Juli 2020 yang telah ditetapkan Kementerian Pertanian,” ujar Superintendent Pemasaran Wilayah Sulawesi 3, Istadi melalui keterangan tertulisnya, Senin (20/7/2020).

Dikatakan Istadi, penyaluran pupuk urea bersubsidi tersebut telah dilakukan sejak terbitnya Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 1 yang diperbaharui dengan Permentan Nomor 10 Tahun 2020.

Untuk Kabupaten Gorontalo misalnya, pihaknya telah menyalurkan pupuk urea bersubsidi sampai periode bulan Juli 2020 sebanyak 8.632 Ton, atau sebanyak 58% dari alokasi 14.928 Ton. Begitu juga di Kabupaten Pohuwato, telah terealisasi sebanyak 3.582 Ton, atau 76% dari alokasi sebanyak 4.687 Ton. Begitu juga di daerah lainnya di Gorontalo.

“Penyaluran pupuk ini telah melebihi target alokasi yang telah ditetapkan pemerintah. Kami akan terus berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Dinas Pertanian kabupaten dan Kementerian Pertanian untuk dapat dilakukan realokasi pupuk per kabupaten maupun per provinsi selagi alokasi masih ada supaya penyaluran pupuk lancar,” tambah Istadi.

Pihaknya pun akan terus berkomitmen mengedepankan kepentingan petani dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi di daerah dengan tetap memperhatikan ketentuan yang menjadi dasar dalam penyaluran pupuk bersubsidi.

“Stok kami banyak dan memang disiapkan sebagai langkah antisipasi dalam musim tanam selanjutnya,” katanya.

Selain itu, Langkah pengamanan distribusi pupuk bersubsidi secara kontinyu juga dilakukan melalui koordinasi dengan distributor, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3), pemerintah daerah setempat serta membentuk tim posko pengamanan musim tanam yang siap sedia 1×24 jam.

Jika terdapat penyelewengan di lapangan terkait penyaluran pupuk bersubsidi, masyarakat terutama petani dapat melaporkannya ke pihak KP3 di daerah. Pihaknya akan menindak tegas distributor atau penyalur pupuk bersubsidi jika terbukti melakukan pelanggaran atau penyimpangan.

“Pupuk bersubsidi merupakan barang dalam pengawasan yang keberadaannya sangat penting dan dibutuhkan petani sehingga penyalurannya harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kami berharap dengan komitmen bersama antara Pupuk Kaltim dengan Pemerintah, distributor, kios dan petani dapat bersinergi dengan baik untuk mengutamakan kepentingan dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi,” tandasnya.(adv/alex)