Strategi Tuntaskan Genangan Air, Dinas PUPR Kota Gorontalo Bidik Titik Rawan

Strategi Tuntaskan Genangan Air, Dinas PUPR Kota Gorontalo Bidik Titik Rawan

20/08/2021 20:31 0 By Syakir

Genangan air di depan kampus UNG Kota Gorontalo.

Hulondalo.id – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Gorontalo memiliki strategi jitu, menuntaskan masalah genangan air yang sering melanda wilayah Kota Gorontalo saat musim penghujan.

Misalnya kawasan HB Jassin yang menjadi langganan genangan, berkat strategi membidik titik rawan, jalan itu sudah aman dilalui pengguna jalan meski hujan lebat.

Kepala Dinas PUPR Kota Gorontalo, Rifadli Bahsuan, mengatakan, sejak dilakukan pengerukan beberapa waktu lalu jalan tersebut sudah bebas genangan.

“Beberapa hari ini hujan deras, tapi disitu (Jalan HB Jasin) sudah tidak ada genangan lagi,” klaim Rifadli ketika diwawancarai melalui sambungan telepon seluler, Jumat (20/8/2021).

Tidak hanya di jalan Agus Salim, lanjut Rifadli pengerukan juga dilakukan disejumlah lokasi yang menjadi langganan genangan air. Salah satunya, kata Rifadli, di jalan Kalimantan.

“Saluran di jalan Kalimantan juga kami lakukan pengerukan,” ucap Rifadly.

Lantas bagaimana dengan genangan air yang sering melanda jalan Nani Wartabone dan di sekitaran kampus UNG?

Rifadli menjawab, untuk genangan air di jalan Nani Wartabone akan dikerjakan bersamaan dengan penataan kawasan Nani Wartabone.

“Itu berkaitan dengan pekerjaan selanjutnya. Contohnya di depan kopi aceh. Itu akan kita selesaikan dengan penataan jalan nani wartabone,” janji Rifadli.

Sedangkan genangan air di depan kampus UNG, Dinas PUPR akan melakukan hal yang sama ketika menangani genangan air di jalan HB Jasin. “Saluran dilokasi itu, juga akan kita keruk. Karena itu ada anggaran pemeliharaannya,” ucapnya

Rifadli berharap penanganan genangan menjadi tanggung jawab bersama. Menurutnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah disaluran, dapat membantu mencegah terjadinya penyumbatan penyebab genangan.

“Olehnya itu, saya mengimbau agar masyarakat tidak membuang lagi sampah ke saluran. Hal itu mengakibatkan terjadinya genangan,” imbaunya. (adv)