Sudah 4 Bulan Uang Jasa Perawat Tak Dibayarkan, Ini Alasan RSAS

Sudah 4 Bulan Uang Jasa Perawat Tak Dibayarkan, Ini Alasan RSAS

10/06/2019 18:57 0 By Alex

Para perawat dan tenaga kontrak di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo.(f.istimewa)

Hulondalo.id – Tenaga Perawat serta Bidan di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) Kota Gorontalo mengeluh kepada pihak pengelola rumah sakit. Pasalnya, sudah hampir 4 bulan lamanya uang jasa perawat dan dokter tak kunjung dibayarkan, terhitung sejak Februari 2019.

Alih-alih uang jasa perawat dan dokter yang tak dibayarkan, mereka meminta agar RSAS dapat diaudit secara rutin. Alasannya, sistem tata kelola keuangan rumah sakit diduga tidak tertib serta kurang memperhatikan hak-hak para perawat.

“Uang jasa kita sudah dijanjikan sejak Februari 2019 lalu, tapi sampai sekarang, bahkan sudah habis lebaran tetap belum ada,” ungkap seorang perawat RSAS kepada Hulondalo.id yang memohon namanya tidak dilansir.

Yang lebih parah lagi, para perawat ini mengaku tak mendapatkan uang jasa saat Lebaran Idul Fitri baru-baru ini. Padahal, meski di momen libur Idul Fitri, para perawat ini tetap masuk untuk bekerja melayani para pasien.

Mereka menyayangkan hal itu bisa terjadi. Pola pengelolaan keuangan RSAS yang saat ini telah berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seharusnya sudah bersifat mandiri. Sehingga untuk pembayaran kesejahteraan para perawat tidak lagi bergantung dari pemerintah daerah.

Belum lagi sistem pembayaran yang sering berubah poin, tentang dasar penilaian angka pembagian berdasarkan pasien yang ditangani, serta kehadiran menjadi salah satu point sering terlambatnya jasa yang dikeluarkan oleh pihak RSAS sendiri.

“Setahu saya, rumah sakit ini sejak tanggal 29 Januari 2009 telah ditetapkan sebagai Rumah Sakit kelas B berdasarkan SK MENKES Nomor 084/MENKES/SK/I/2009. Status pengelolaannya juga sejak bulan Desember 2009 itu telah ditetapkan sebagai penyelenggaraan pola pengelolaan keuangan BLU Daerah (PPK-BLUD) melalui surat keputusan Walikota Gorontalo Nomor : 318 Tahun 2009 tanggal 30 Desember 2009. Nah, kok keadannya seperti ini?,” ujarnya.

“Sangat miris jerih payah dokter dan perawat/bidan di Rumah Sakit terbesar di Provinsi Gorontalo ini,” sambung dia.

Ia berharap ada perhatian Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk turun tangan memperjuangkan hak-hak yang harus mereka dapatkan.

Sementara itu, manajemen RSAS sangat menyayangkan keluhan perawat soal uang jasa yang belum dicairkan itu. Namun Wadir Umum dan Keuangan RSAS, Kadir Patunga melalui Kasubdit Humas, Roulan Pobie membenarkan keterlambatan pembayaran jasa kepada para seluruh pegawai di lingkungan RSAS.

Menurutnya, hal ini diakibatkan adanya keterlambatan pembayaran klaim rumah sakit dari BPJS Kesehatan yang belum cair, terhitung selama 4 bulan, sehingga pembayaran jasa rumah sakit belum bisa dilakukan.

“Dan sampai saat ini, kami pun masih menunggu pembayaran dari pihak BPJS Kesehatan, jika klaim tersebut sudah ada, akan segera kami bayarkan kepada seluruh para pegawai,” janji Roulan.

Akan tetapi, untuk pembayaran gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) tetap dibayarkan kepada pegawai maupun pegawai non PNS. Dan itu, tegas dia, tidak mengalami keterlambatan sedikit pun.

“Namun kami sangat menyangkan adanya keluhan dari oknum perawat, yang tidak melakukan konfirmasi penjelasan atas keterlambatan dari pembayaran jasa tersebut kepada pihak rumah sakit”, tutupnya. (John/Rinto)