Sulit Disentuh, Siapa Berani Tertibkan Tambang Ilegal di Pohuwato? 

Sulit Disentuh, Siapa Berani Tertibkan Tambang Ilegal di Pohuwato? 

27/10/2020 19:01 0 By Syakir

aktifitas tambang ilegal di Kabupaten Pohuwato.

Hulondalo.id – Soal Tambang Ilegal di Pohuwato, Penggiat lingkungan sudah bicara, masyarakat pun keluhkan soal ancaman bencana, bukti video maupun foto sudah ada, sampai sampai Forkopimda pun bersikap dan susun rencana. Sayang, aktivitas tambang tetap beroperasi seperti biasa, seakan tak takut dengan mereka.

Rapat 13 Oktober 2020 silam, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Paris Jusuf mengatakan, penanganan tambang ilegal menjadi urusan pemerintah provinsi. Dan soal penertiban alat berat di tambang ilegal, Polda Gorontalo mengaku siap mengawalnya.

11 hari berlalu sejak rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Gorontalo, namun tak ada tanda tanda penertiban. Bahkan, para pemodal yang beroperasi di Botudulanga, mulai melebarkan sayapnya ke Dengilo. Alat berat perlahan mulai dipindahkan kesana.

Kenapa bisa sebebas itu? Berprasangka baik saja, mungkin aparat berwenang tidak tahu, karena mereka pindahnya diam diam, dan alat berat diangkut lewat pedalaman hutan lebat.

Beberapa kalangan saat ini mulai kasak kusuk. Wajar, mereka melihat sepertinya para pemodal di tambang ilegal itu sulit disentuh. Buktinya, hingga kini mereka bebas beroperasi.

Padahal jangankan penggiat lingkungan, warga korban banjir pun sampai curhat soal aktifitas tambang ilegal. Seorang peneliti pun memberikan peringatan, akan ancaman bencana besar yang akan timbul.

Sebelum rapat forkopimda, 24 September 2020 massa aksi yang menamai diri Pemuda dan Rakyat Peduli Provinsi Gorontalo, menggelar aksi di depan Mapolda Gorontalo. Mendesak institusi itu, menutup tambang ilegal hingga meminta Kapolres Pohuwato dicopot.

Pemerintah daerah setempat pun tebar ancaman, katanya akan menertibkan puluhan alat berat di lokasi tambang. Entah kapan aksinya, belum ada yang tau..

Dengan rentetan peristiwa, hingga desakan dari berbagai kalangan, sepertinya tak cukup kuat menggoyahkan perkasanya para bos besar pemilik alat berat yang kini beroperasi di tambang.

Mungkin mereka yang diatas menunggu nanti ada bencana besar seperti banjir bandang, korban pun berjatuhan, dan itu dijadikan alasan untuk bertindak. (**)