Support Milenial, Program Paslon RIDO ‘Blitar Apik Kang Kawentar’ Diapresiasi Menparekraf

Support Milenial, Program Paslon RIDO ‘Blitar Apik Kang Kawentar’ Diapresiasi Menparekraf

30/11/2020 11:22 0 By Maman

Upi Suprianto Presentase ICCN

Pelaksanaan Indonesia Creative City Network (ICCN) yang dihadiri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandono, di Sanur Denpasar Bali. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Tak hanya sekedar wacana, program yang dibawa oleh pasangan calon (paslon) Bupati-Wabup Blitar Nomor Urut 1 Rijanto-Marhaenis Urip Widodo (RIDO), Blitar Apik Kang Kawentar diapresiasi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI.

Apresiasi dari Menparekraf, Wishnutama Kusubandio terungkap saat milenial kreatif Blitar Jawa Timur, Upi Suprianto mempresentasikan programnya, dalam acara Indonesia Creative City Network (ICCN) di Sanur Denpasar Bali, Jum’at (27/11/2020).

Upi mengatakan, kedepan hal itu perlu ditindaklanjuti sebagai kerangka kerja di Kemenparekraf RI. Melihat demografi Kabupaten Blitar kata dia, hal itu sangat luar biasa. Penduduk di usia 15–30 tahun kata Upi, jumlahnya mengalami peningkatan yang signifikan sampai dengan 2020 ini.

Ditambah dengan potensi-potensi lainya sangat mendukung, sehingganya kata Upi, penduduk di usia tersebut (milenial) adalah, usia yang ideal untuk mengembangkan ekonomi kreatif.

“Anak muda itu penuh ide atau gagasan, maka pemerintah perlu mensupportnya,” ujar Upi yang juga tim pemenangan paslon RIDO, saat dihubungi hulondalo.id melalui sambungan telepon, Senin (30/11/2020).

“Blitar Apik Kang Kawentar adalah program unggulan dari pasangan RIDO yang ditujukan untuk anak-anak muda (milenial),” tambahnya.

Dalam program ini kata Upi, ada yang namanya, One Village One Product. Ini salah satu program pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Blitar dari Rijanto-Marhaenis, menjadikan Balai Desa sebagai space/ruang lahirnya ekonomi kreatif yang bermula dari tingkat desa.

“Desa ujung tombak pelaksanaan pembangunan daerah, baik infrastruktur maupun ekonomi, pelaku UMKM yang ada di desa perlu di supprot keberadaanya, sehingga dapat meningkatkan Gross Regional Bruto (GRB) nasional pada umumnya,” imbuhnya.

Pembangunan yang sedang berlangsung seperti Jalur Lintas Selatan (JLS), jalan tol Kepanjen-Tulungagung juga sudah direncanakan. Begitu pula Bandara Kediri. Akses-akses tersebut kata Upi, akan mempercepat tumbuhnya ekonomi kreatif yang sudah dirancang Rijanto-Marhenis.

“Sehingga, One Village One Product sangat ideal bagi milenial untuk pengembangan ekonomi kreatif,” tandasnya. (Sf/Krwil)