Suspek Antraks Belum Tentu Positif, Warga Tak Perlu Resah

Suspek Antraks Belum Tentu Positif, Warga Tak Perlu Resah

02/09/2019 14:03 0 By Alex

Seorang dokter hewan melakukan vaksinasi hewan ternak untuk mencegah beredarnya penyakit antraks

Hulondalo.id – Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljady D Mario berharap masyarakat tidak perlu resah atas kejadian suspek antraks yang ditemukan di Desa Mongolato, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, baru-baru ini.

Menurut Muljady, suspek antraks itu bukan semata-mata orang atau hewan ternak yang sudah dinyatakan positif antraks. Karena hewan ternak mati mendadak belum tentu terinfeksi atau terkena virus antraks. Semuanya harus melalui uji laboratorium.

Arti kata suspek dalam kesehatan sendiri merupakan penyakit klinis yang kompatibel atau memenuhi definisi kasus klinis tanpa tes laboratorium atau kasus dengan tes laboratorium sugestif tanpa informasi klinis.

Pun saat ini, kata Muljady, Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo masih melakukan tes laboratorium terhadap suspek antraks di Desa Mongolato tersebut.

“Kami harap masyarakat tidak resah terhadap kasus ini. Kami sudah melakukan tindakan preventif terhadap ternak sapi dan kambing yang rentan akan penyakit antraks,” tambah Muljady.

Sementara itu, Kabid Peternakan Kahar Gani mengutarakan, pihaknya mempunyai buffer stock (persediaan) obat-obatan dan vaksinasi antraks sehingga ternak yang sehat akan divaksin dan yang sakit akan langsung diobati.

“Penyakit antraks yang tergolong penyakit bakteri bacillus anthracis dapat dicegah melalui vaksinasi rutin. Program vaksinasi tersebut tidak dipungut biaya alias gratis,” terang Kahar.

Senada juga disampaikan Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Bidang Peternakan Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Fenny Rimporok. Menurutnya, masyarakat yang mempunyai ternak di wilayah yang memiliki ciri seperti penyakit antraks atau sudah tertular dan ingin di vaksin, pihaknya siap membantu.

Bahkan, pihaknya bekerjasama dengan dinas kabupaten/kota untuk melakukan peninjauan langsung sekaligus pengobatan atau pemberian vaksin.

“Masyarakat tidak usah resah, yang penting ternaknya diperhatikan baik itu dalam bentuk pakan, minum serta kebersihan kandang,” jelas Fenny.

Sementara proses tertularnya antraks dari hewan ternak ke manusia bisa melalui kontak langsung dan lewat pencemaran udara. Ketika manusia positif terpapar antraks, harus segera lapor dan memeriksakan diri di Puskesmas untuk dilakukan pengobatan.

“Karena penyakit antraks bersifat zoonosis yang berarti bisa menular kepada manusia,” katanya.(usman)