Susun Renja RKPD 2022, Idris Ingatkan Sejumlah ‘PR’ Akibat Imbas Pandemi

Susun Renja RKPD 2022, Idris Ingatkan Sejumlah ‘PR’ Akibat Imbas Pandemi

26/02/2021 19:35 0 By Alex

RKPD 2022 Gorontalo

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim saat memberikan sambutan pada Forum Gabungan OPD dalam rangka penyusunan RKPD Provinsi Gorontalo tahun 2022, Jumat (26/2/2021). (F. Haris)

Hulondalo.id – Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim membuka kegiatan Forum Gabungan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Gorontalo dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2022, Jumat (26/2/2021).

Forum tersebut merupakan wadah bersama untuk membahas program kegiatan prioritas untuk penyusunan RKPD Tahun 2022. Pasalnya, Tahun 2022 merupakan tahun terakhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Gorontalo periode 2017-2022 dengan visi terwujudnya masyarakat Gorontalo yang maju, unggul dan sejahtera.

“Program kegiatan yang akan kita susun harus tetap mempertahankan sinkronisasi dan konsistensi untuk mencapai visi yang telah dituangkan dalam dokumen RPJMD,” kata Wakil Gubernur Idris Rahim.

Idris mengutarakan, penyusunan RKPD 2020 harus tetap mengacu pada 8 program unggulan dan harus sejalan dengan program prioritas Nasional. Ditegaskannya agar program kegiatan dan anggarannya diarahkan untuk kepentingan masyarakat.

“Anggaran kita untuk tahun 2022 masih sangat berat, apalagi jika pandemi Covid-19 masih terus berlanjut. Oleh karena itu kita harus benar-benar menggunakan sepeser pun anggaran itu untuk kepentingan masyarakat,” pinta Idris.

Idris pun membeberkan sejumlah pekerjaan rumah sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang harus dituntaskan bersama oleh seluruh OPD Provinsi Gorontalo. Mulai dari terkontraksinya pertumbuhan ekonomi Gorontalo yang tercatat sebesar -0,02% pada Triwulan IV tahun 2020, angka kemiskinan naik menjadi 15,59%, serta angka pengangguran naik menjadi 4,28%.

“Saya minta seluruh OPD menyusun kerangka acuan program kegiatan dan anggarannya. Jangan sampai rancangan belanja pendukung lebih besar dari belanja utama kegiatan,” pungkas dia.(adv/alex)