Syarat Masuk Gorontalo, Wajib Ada Kartu Vaksin

Syarat Masuk Gorontalo, Wajib Ada Kartu Vaksin

21/08/2021 22:33 0 By Syakir

mudik lebaran

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama unsur Forkopimda Provinsi Gorontalo saat meninjau perbatasan darat Gorontalo. (doc)

Hulondalo.id – Lonjakan covid-19 yang cukup tinggi beberapa waktu terakhir, membuat Pemerintah Provinsi Gorontalo harus mengambil tindakan pencegahan lebih. Selain laut dan udara, kini jalur darat ikut diperketat. Siapapun yang lewat, harus menunjukkan surat vaksinasi.

Kebijakan itu tertuang dalam surat edaran Gubernur Gorontalo nomor 360/BPBD/878/VIII/ tanggal 19 Agustus 2021.

Dalam surat edaran itu disebutkan, adanya peningkatan mobilitas di 4 wilayah Sulawesi, termasuk Gorontalo salah satunya. Inilah yang mendasari kebijakan untuk pengetatan protokol kesehatan, untuk siapa saja yang akan masuk atau melintas di wilayah Gorontalo.

Pengetatan protokol kesehatan yang dimaksud itu meliputi, penggunaan kartu atau surat vaksin minimal dosis pertama sebagai syarat untuk melintas di perbatasan. Serta, wajib menggunakan masker, jaga jarak hingga pengukuran suhu tubuh.

Nah, jika dalam pengukuran suhu tubuh, didapati ada yang suhu tubuhnya diatas 37 derajat celcius, maka akan dilanjutkan dengan rapid tes antigen. Jika positif covid-19, maka pelaku perjalanan akan diisolasi jika dia adalah penduduk Gorontalo. Jika penduduk luar daerah, maka tidak akan diizinkan masuk Gorontalo.

Pengetatan protokol kesehatan sebagai syarat masuk Gorontalo, merupakan tindak lanjut dari edaran Satgas Nasional nomor 17 tahun 2021, tentang ketentuan perjalanan orang dalam negeri di masa pandemi. Serta hasil rapat evaluasi penerapan PPKM di wilayah Sulawesi, dengan Kementrian Koordinator Bidang Ekonomi.

Sebelumnya, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Gorontalo Rusli Nusi menuturkan, aturan kartu vaksinasi juga berlaku bagi pelaku perjalan laut dan penyebrangan.

Bedanya, jika hasil negatif test RT-PCR 2×24 bagi pelaku perjalanan laut boleh diganti dengan test antigen 1×24 jam sebelum keberangkatan.

Hanya saja meski Rapid Test Antigen negatif, tapi pelaku perjalanan menunjukan gejala seperti batuk,flu atau suhu tubuh diatas 37 derajat celcius, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan RT-PCR dan isolasi mandiri. (*)