Tahun 2021, Pemkot Gorontalo Siap Luncurkan Ratusan Paket Proyek

Tahun 2021, Pemkot Gorontalo Siap Luncurkan Ratusan Paket Proyek

20/04/2021 19:06 0 By Syakir

Sekda Kota Gorontalo Ismail Madjid memaparkan kondisi keuangan Kota Gorontalo, dalam Evaluasi anggaran triwulan I tingkat Provinsi Gorontalo yang digelar virtual, Selasa (20/4/2021).

Hulondalo.id – Sekertaris Daerah Kota Gorontalo, Ismail Madjid memaparkan kondisi di Kota Gorontalo, baik Keuangan, Insentif Nakes saat Covid-19 hingga realisasi pembangunan pasar sentral yang sempat tertunda dalam Evaluasi anggaran triwulan I tingkat Provinsi Gorontalo.

Ismail Madjid mengatakan APBD Kota Gorontalo di tahun 2021 totalnya anggaran Rp. 1,336,726,000,000, saat ini terdiri dari belanja operasi Rp. 945,000,000,000 atau 70,34 Persen.

Sementara kata Ismail, untuk belanja modal, Rp.387,000,000,000, atau 28,99 persen, dan belanja tidak terduga, Rp. 3 M lebih atau 0,26 persen dari total anggaran APBD kota Gorontalo tahun 2021.

“Di tahun 2020 sampai 2021 ini, Kota Gorontalo untuk Dana Alokasi Umum (DAU) berkurang Rp. 54 M, sementara untuk tahun 2019 lalu, berkurang Rp. 15 M,” Ungkapnya, Selasa (20/4/2021).

Selain itu juga, di Katakan Ismail, anggaran Kelurahan pada tahun 2020 yang jumlahnya sekitar Rp.18 M, saat ini, pada tahun 2021 sudah tidak ada lagi dianggarkan. Sementara, untuk dana transfer di Kota Gorontalo berkurang Rp. 97 M lebih.

Ismail menjelaskan, untuk pembangunan fisik, pada tahun 2020 di Triwulan yang sama mencapai 25,35 persen, Namun tahun 2021, hanya mencapai 13,35 persen saja. Tapi, hal itu sudah meningkat mencapai 14,76 persen, dan realisasi keuangannya 10,21 persen.

Meskipun demikian, untuk rencana paket pengadaan barang dan jasa yang nilainya sampai dengan Rp 200 juta, tersedia 1354 paket, dengan nilai total mencapai untuk Rp. 46.386.000.000.

Sedangkan untuk pengadaan barang dan jasa dengan pagu diatas Rp 200 juta sampai Rp. 2,5 M, tersedia 111 paket pekerjaan dengan nilai total mencapai Rp. 76.754.000.000.

“Untuk pengadaan barang dan jasa yang diatas Rp. 2,5 M sampai 50 M, ada 20 paket, itu sejumlah Rp. 172.664.000.000. Untuk anggaran swakelola, ada sekitar Rp. 74 M,” imbuhnya.

Tak hanya itu, insentif tenaga kesehatan di Rumah Sakit Aloe Saboe pun untuk Covid-19 juga ikut terdampak. Terhitung, sejak bulan Agustus hingga bulan Desember 2020, belum ada realisasi insentif di Rumah Sakit Aloe Saboe. Kurang lebih ada Rp.5,4 M yang belum terbayarkan.

“Semoga ke depan, melalui Pemerintah Provinsi Gorontalo, dapat mendorong Kementrian Kesehatan untuk dapat merealisasikan Insentif yang sudah dijanjikan tenaga kesehatan yang menangani Covid-19, karena itu merupakan kewajiban mereka untuk dibayarkan” terang Ismail.

Dalam pemaparannya juga, Ismail Madjid meminta ada percepatan dalam pembangunan pasar Sentral yang langsung di monitoring oleh Balai Cipta Karya Dinas PU Provinsi Gorontalo.

“Kalau semakin lama kegiatan pembangunan pasar Sentral tertunda, yang ditakutkan akan berdampak kepada hal-hal yang tidak diinginkan bagi masyarakat di Provinsi Gorontalo,” Tandas Sekertaris Daerah Kota Gorontalo. (Inkri/Adv)