Talkshow Museum di Hatiku, Faiz: Jembatan Antar Generasi

Talkshow Museum di Hatiku, Faiz: Jembatan Antar Generasi

13/10/2021 21:12 0 By Maman

Talkshow Museum Dihatiku

Talkshow Museum Dihatiku diantara rangkaian kegiatan yang digelar UPT Museum Purbakala Gorontalo dalam rangka memperingati Hari Museum Nasional Tahun 2021. (foto:inkri)

Hulondalo.id – Museum menurut Pemateri BPCB, Pamong Budaya Bapak Faiz, M.Hum, berfungsi sebagai jembatan budaya antar generasi, sekaligus jendela budaya dan sarana menemukan dunia baru.

Dalam pemaparannya pada Talkshow Museum Dihatiku, Selasa (12/10/2021), Faiz juga mengatakan, didalam museum terdapat berbagai sumber nilai-nilai sejarah, kepahlawanan, kejuangan, dan kebudayaan bangsa Indonesia.

“Museum merupakan media untuk membangun karakter bangsa, sumber inspirasi bagi generasi muda, keberadaan museum menjadi sangat strategis untuk mengenal dan mempelajari lebih dalam tentang peradaban sebuah bangsa,” ungkapnya dalam peringatan Hari Museum Nasional ke 6.

“Jati diri bangsa dapat dikenal dan dihayati melalui pemahaman terhadap koleksi benda-benda sejarah dan budaya yang tersimpan di museum,” kata Faiz dalam Talkshow yang mengangkat tema, Museum Menguatkan Pendidikan Karakter.

Dia juga mengaku prihatin, saat ini museum belum menjadi tempat pembelajaran, kegiatan pengkajian, dan objek wisata yang menyenangkan. Keberadaan museum, masih sebatas menyimpan benda-benda koleksi, tidak ada inovasi dan kurang publikasi.

Padahal kata Faiz, museum didirikan sebagai lembaga yang menyimpan, memelihara serta memamerkan hasil tulisan, buah pikiran, dan cita-cita manusia sepanjang zaman. Idealnya, ini tempat yang tepat untuk media pembelajaran bagi seluruh lapisan masyarakat, terkhusus untuk kalangan pendidikan.

Faiz berharap, siswa dapat menunjukkan sikap menghargai sesama, dapat bekerja sama, inklusif, mampu berkomitmen atas keputusan bersama, musyawarah mufakat, tolong menolong, memiliki empati dan rasa solidaritas, anti diskriminasi, anti kekerasan, dan sikap kerelawanan.

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo, Budiyanto Sidiki dalam pemaparannya, museum merupakan pengembangan karakter siswa, dan upaya mewujudkan Geopark di Gorontalo. Salah satu memajukan kebudayaan yang melindungi keanekaragaman dan hayati menjaga ekosistem.

“Juga meningkatkan peran pemerintah sebagai fasilitator kemajuan daerah,” terangnya.

Dijelaskannya, pengenalan geopark adalah penataan dan pemeliharaan kawasan, pengembangan ilmu pengetahuan, pendidikan dan pelatihan juga pembangunan infrastruktur ekonomi di Gorontalo.

“Pilar ekonomi masyarakat berkelanjutan dalam pengembangan geopark adalah, pariwisata yang mempertimbangkan daya dukung dan daya tampung serta pelibatan manajemen masyarakat dan edukasi masyarakat wisatawan,” tandasnya.

Peserta dalam talkshow ini yakni, Kepala Sekolah, guru SMA/SMK mata pelajaran sejarah, geografi dan seni budaya, sebanyak 304 orang melalui live zoom meeting. (Inkri)