Tangkap Ikan dengan Bom Rakitan, Nelayan Ponelo Kepulauan Ini Diringkus

Tangkap Ikan dengan Bom Rakitan, Nelayan Ponelo Kepulauan Ini Diringkus

11/11/2019 19:09 0 By Alex

Seorang nelayan berinisial DI (32) saat dilumpuhkan jajaran Polairud Polda Gorontalo karena diduga hendak melakukan penangkapan ikan menggunakan bom rakitan, Senin (11/11/2019).(F. FB/Istimewa)

Hulondalo.id – Seorang oknum nelayan berinisial DI (32) warga Dusun Wapalo, Desa Malambe, Kecamatan Ponelo Kepulauan, Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), diringkus jajaran Polairud Polda Gorontalo karena diduga hendak melakukan aksi bom ikan, Senin (11/11/2019).

Dan benar saja, 2 botol air mineral berisi bom ikan berhasil disita pihak kepolisian sebelum oknum nelayan tersebut melakukan aksinya.

“Iya Benar. Saat ini yang bersangkutan sudah diserahkan ke Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Gorontalo, sedang diselidiki,” ujar Dir Polairud Polda Gorontalo, AKBP Heri Sulistya Budi Santosa SIK saat dihubungi Hulondalo.id.

Sebelumnya, jajaran Polrairud Polda Gorontalo, Brigpol Dwi Wahono mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa yang mana akan ada aksi pencairan ikan dengan menggunakan bahan peledak di wilayah perairan Ponelo Kepulauan pada Ahad (10/11/2019). Terinformasi saat itu, oknum nelayan tersebut akan berangkat melaut setelah adzan Subuh.

Tepat, Senin (11/11/2019) dini hari, pukul 02.30 Wita, jajaran Polairud pun berangkat menuju Desa Malambe menggunakan perahu untuk memastikan informasi tersebut.

Sekitar pukul 04.38 Wita, DI pun keluar dari rumah dengan membawa tas ransel hitam di punggungnya. Ketika ditemui anggota Polairud, DI langsung berusaha melarikan diri dan membuang tas ransel hitam itu ke sekitar pantai.

DI pun langsung dicegat. Setelah tas ransel diambil dan diperiksa, polisi menemukan barang bukti 2 botol mineral berukuran 295 Mililiter yang sudah dirakit menjadi bom ikan. Selain itu juga disita masker selam, 2 tas sisa pupuk, tas berisi bekas korek api, tas berisi 2 sumbu, 1 kepal batu kerikil, perahu tradisional, mesin ketinting dan dayung.

Barang bukti bom ikan dari isi ransel hitam milik DI yang disita polisi.

Setelah digrebek, polisi langsung membawanya ke Pos Polairud Kwandang, Polda Gorontalo untuk dilakukan interogasi lebih lanjut.

Akibat perbuatan tersangka DI, dijerat dengan Pasal 84 Ayat (1) UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan dan atau Pasal 85 UU Nomor 45 Tahun 2009 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan.(Jeff)