Tantangan Distribusi Vaksin Covid-19 di Gorontalo Utara

Tantangan Distribusi Vaksin Covid-19 di Gorontalo Utara

07/02/2021 17:10 0 By Syakir

Tim Distribusi vaksin covid-19 Gorontalo Utara, sesaat sebelum keberangkatan.

Hulondalo.id – Distribusi vaksin covid-19 ke seluruh wilayah bukan perkara mudah. Selain persoalan jarak, tim yang melakukan distribusi harus berhitung tepat, karena salah sedikit saja vaksin tersebut akan rusak. Seperti diceritakan Kepala Seksi Farmasi dan Alkes, Dinas Kesehatan Gorontalo Utara, Fahria Alamri.

Di Gorontalo Utara, terdapat 15 puskesmas dan 1 rumah sakit yang siap mendapat jatah vaksin covid-19 yang diperuntukkan bagi tenaga kesehatan (Nakes) sejmlah 324 vial.

Untuk beberapa puskesmas yang terletak di wilayah timur, tidak menjadi soal bagi Fahria dan rekan rekannya yang lain, karena jalannya yang tidak menanjak. Tapi lain cerita ketika akan ke wilayah barat, disini tantangan yang sebenarnya.

Lokasi terjauh yang dituju adalah Puskesmas Limbato, dengan jarak 140 Km dan medan yang menanjak. Kondisi ini harus benar benar diperhitungkan, karena vaksin harus tetap berada dalam suhu 2 hingga 8 derajat celcius.

“Kami punya SOP nya, selagi masih bisa menjamin rantai suhunya terjaga, harusnya tidak masalah,” tutur Fahria.

Untuk menuju puskesmas terjauh, pihaknya harus menempuh perjalanan selama 2 jam. Fahria harus memastikan tempat penyimpanan tetap berada dalam suhu yang tepat. Karena sebelum tiba di Puskesmas Limbato, mereka harus menurunkan vaksin di beberapa puskesmas lainnya.

Perlakuan terhadap vaksin memang harus ekstra ketat dan teliti. Mulai dari pemeriksaan suhu manual secara berkala, AC mobil yang harus terus menyala sepanjang perjalanan, hingga harus menyediakan cadangan Icepack. Dan untuk menjamin keamanan, mobil pengangkut vaksini dikawal oleh Anggota Polisi Polres Gorontalo Utara.

“Mulai dari menurunkan vaksin, hingga waktu menyimpannya di Coldchain yang ada di Puskesmas tidak boleh lebih dari 5 menit. itu berlaku untuk setiap Puskesmas yang disinggahi,” paparnya.

Meski sulit, Fahria berhasil menyelesaikan misi distribusi vaksin di wilayah Barat yang memakan waktu 3,5 jam. Sedangkan di wilayah timur, hanya 1,5 jam.

“Karena suhunya benar-benar terpantau baik di sepanjang perjalanan tadi, jadi bisa dipastikan tidak ada vaksin yang rusak saat proses distribusi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo Utara, Rizal Yusuf Kune menimpali. (adv)