Tarif Ongkir JNE Gorontalo Naik Mulai 1 Februari

Tarif Ongkir JNE Gorontalo Naik Mulai 1 Februari

30/01/2019 10:07 0 By Alex

tarif ongkir jne

Mulai tanggal 1 Februari 2019, JNE akan menaikkan tarif ongkir dari Gorontalo ke wilayah Jabodetabek.(f. Ilustrasi istimewa)

Hulondalo.id – Kenaikan tarif kargo berimbas pada ekspedisi atau jasa pengiriman barang dari PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE).

Sejatinya JNE sudah mulai menaikkan tarif ongkos kirim (ongkir) pada pertengahan Januari 2019 silam. Khusus di Gorontalo, JNE akan mulai menaikkan tarif ongkir pada 1 Februari 2019.

Hal itu diakui oleh Pimpinan JNE cabang Gorontalo, Bari Doku. Menurut Bari, sejatinya tarif ongkir JNE sudah mengalami kenaikan sejak tarif kargo mengalami kenaikan.

“Sejak 15 Januari 2019, itu tarif pengiriman sudah naik. Untuk pengiriman dari wilayah Jabodetabek ke Gorontalo dari tarif JNE OKE yang Rp 48.000,- naik jadi Rp 61.000,- dan tarif JNE REG yang Rp 50.000,- naik jadi Rp 65.000,-,” tutur Bari kepada Hulondalo.id.

Sementara ini, untuk tarif ongkir dari wilayah Gorontalo ke Jabodetabek sendiri masih menggunakan tarif lama alias belum ada kenaikan. Namun, mulai tanggal 1 Februari 2019, ongkir JNE dari Gorontalo ke Jabodetabek akan naik.

“Tarif pengiriman dari Gorontalo ke wilayah Jabodetabek itu baru akan naik per 1 Februari nanti, karena kita perlu ada pertimbangkan dan penyesuaian terlebih dahulu. Sebab, untuk menaikkan tarif tidak bisa serta merta, melainkan harus dipertimbangkan dalam jangka waktu minimal 2 minggu sampai 1 bulan,” tambah Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo) Gorontalo itu.

Meski begitu, Bari Doku belum bisa menyebut berapa persen tarif ongkir tersebut.

Disinggung dampak kenaikan tarif, Bari mengaku frekwensi pengiriman sempat turun pada pertengahan Januari 2019 lalu. Namun kini sudah kembali normal seperti biasa.

“Tadi pas tanggal 15, 16, 17 Januari sempat terjadi penurunan 10%. Mungkin karena orang-orang kaget ya dengan adanya kenaikan tarif pengiriman dari Jakarta ke Gorontalo. Tapi setelah itu langsung normal kembali, mungkin karena banyak masyarakat Gorontalo yang berbelanja lewat online,” kata Bari.

“Jadi meskipun tarif naik, mau tidak mau mereka tetap gunakan jasa pengiriman karena bisa dibilang sudah menjadi kebutuhan,” sambung dia.(Tri)