Tekan Angka Pernikahan Dini, Ini Upaya Bupati Indra Yasin

Tekan Angka Pernikahan Dini, Ini Upaya Bupati Indra Yasin

22/09/2020 09:48 0 By Maman

Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin mengukuhkan pengurus cabang Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (IpeKB) Gorontalo Utara. (foto:hms)

Hulondalo.id – Berbagai upaya dilakukan Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin untuk menekan angka pernikahan dini didaerah yang dipimpinnya. Salah satunya kata dia, sosialisasi. Sasaran sosialisasi diminta, tidak hanya pada tingkatan atau umur tertentu saja.

“Perhatian KB ini lebih tertuju kepada usia muda, usia kawin dan ini yang harus dikendalikan agar tidak terjadi pernikahan dini atau pernikahan dibawah umur,” kata Bupati usai mengukuhkan Pengurus Cabang IPeKB Gorontalo Utara di Graha An’bril Desa Moluo Kwandang, Senin (21/9/2020).

Bagi wanita kata Bupati, usia yang direkomendasikan untuk pernikahan itu berusia 21 tahun, sementara untuk pria 25 tahun. Namun, pernikahan sering terjadi diluar dugaan dan itu salah sebagai salah satu pengecualiannya.

Namun, paling tidak kata Bupati dua periode ini, pengendalian kependudukan harus dilakukan.

“Alhamdulillah pelayanan KB di Gorontalo Utara ada peningkatan dan kita berada pada posisi pertama di provinsi Gorontalo tingkat pengendaliannya termasuk pelayanannya,” ujar Bupati.

Bupati juga meminta Kepada Dinas Pendidikan Gorontalo Utara, untuk bersama-sama menyosialisasikan hal ini. Dulu kata Bupati, sasaran sosialisasi hanya berkisar dikalangan SMA, namun saat ini diturunkan ke SMP dan harus mengenal KB sejak dini.

“Pengetahuan soal KB, semoga bisa mengendalikan pernikahan dini, sebab itu, saya sudah minta dalam kurikuler muatan lokal dan ini kita perkenalkan kepada anak-anak sekolah,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama juga, penandatanganan MOU antara DKKBN dengan Kementerian Agama juga dilakukan. Ini berarti bahwa, Kemenag juga mengendalikan pernikahan dini dengan catatan harus menyeleksi.

“Jika usia sudah memenuhi syarat, maka diijinkan, dan jika belum memenuhi syarat maka tentu tidak akan diijinkan, kecuali dalam hal yang luar biasa,” ungkap Bupati.

“Semoga kombinasi kerja sama 3 ini, maka pengendalian kependudukan di Gorontalo Utara bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya. (Prin/Adv)