Tekan Inflasi Jelang Akhir Tahun, Operasi Pasar Bakal Digelar

Tekan Inflasi Jelang Akhir Tahun, Operasi Pasar Bakal Digelar

06/12/2019 22:20 0 By Alex

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim saat memimpin High Level Meeting TPID Provinsi Gorontalo di aula Kantor Perwakilan BI Provinsi Gorontalo, Jumat (6/12/2019). (F. Haris/Humas)

Hulondalo.id – Untuk menekan terjadinya inflasi pada akhir tahun, Pemerintah Provinsi Gorontalo berencana akan menggelar operasi pasar jika diperlukan.

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim pun memerintahkan stakeholder terkait untuk memantau ketersediaan pasokan komoditas sekaligus pergerakan harga di pasaran.

“Seminggu jelang Natal dan tahun baru, saya minta TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) Provinsi Gorontalo dan kabupaten/kota untuk turun ke lapangan memantau dan memastikan ketersediaan pasokan komoditas strategis terdistribusi dengan baik,” tegas Wakil Gubernur Idris Rahim saat memimpin high level meeting (HLM) TPID yang digelar di kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Jumat (6/12/2019).

Wakil Gubernur Idris Rahim menegaskan, jika terjadi fluktuasi harga, utamanya terhadap komoditas pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat, maka pemerintah berkewajiban untuk hadir di tengah-tengah masyarakat melalui kegiatan operasi pasar.

Dia pun menginstruksikan Dinas Kumperindag, Dinas Pertanian serta dinas yang terkait untuk berkoordinasi dengan Bulog Sub Divre Gorontalo untuk secara terus-menerus memantau kondisi pasar dan segera melakukan operasi pasar jika terjadi kenaikan harga yang tidak wajar untuk menjaga stabilitas harga.

“Saya minta sama-sama kita bersinergi untuk mengendalikan tingkat inflasi dengan cara memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat,” tegas dia.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Budi Widihartanto mengutarakan, realisasi inflasi di Gorontalo pada November 2019 tercatat sebesar 0,23%, lebih tinggi dari inflasi pada bulan Oktober 2019 yang tercatat sebesar 0,02%.

“Tekanan inflasi November 2019 didorong oleh peningkatan inflasi volatile food yang didominasi oleh kelompok bahan makanan yang menyumbang inflasi sebesar 1,34%,” ujar Budi.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo mencatat, ada 10 komoditas yang mengalami inflasi pada November 2019. Penyumbang inflasi terbesar adalah tomat sayur, disusul cabai rawit, apel, bawang merah, ikan mujair serta ikan nila berada pada posisi terakhir.(adv/alex)