Temukan Kayu Tak Bertuan di HPT Dulupi, Polhut Ringkus 3 Tersangka

01/12/2019 22:01 0 By Alex

Tim Polhut dari Gakkum Sulut dan DLHK Provinsi Gorontalo usai menghancurkan pondok-pondok dalam kawasan HPT Dulupi sekaligus memasang papan peringatan untuk tidak menebang hutan secara ilegal. (F. Istimewa)

Hulondalo.id – Polisi kehutanan (Polhut) menangkap sedikitnya 3 tersangka illegal logging dan menemukan kayu tak bertuan di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) Desa Tangga Barito, Kecamatan Dulupi, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo, baru-baru ini.

Kasus tersebut kini tengah ditangani Tim Penegak Hukum (Gakkum) Lingkungan Hidup dan Kehutanan wilayah Sulawesi Utara bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Gorontalo.

Adapun kronologis penangkapan kasus illegal logging ini bermula saat Tim Gakkum Sulut bersama Dinas DLHK Provinsi Gorontalo menerima laporan dari masyarakat bahwa yang mana diduga ada aktivitas penebangan pohon di lokasi HPT Dulupi.

Berangkat dari informasi tersebut, Tim Gakkum dan Polhut DLHK Provinsi Gorontalo turun ke lokasi pada Jumat (29/11/2019). Setelah tiba di lokasi, ternyata benar ada aktivitas penebangan pohon ilegal. Namun Polhut hanya mendapati kayu-kayu pacakan (gerbang) yang tidak bertuan. Jumlahnya berkisar 5 kubik yang hanya diletakkan begitu saja.

Di sekitar lokasi itu pula, Polhut sama sekali tidak menemukan satu pun warga. Olehnya, Polhut kemudian menghancurkan pondok-pondok dalam kawasan HPT yang diduga kuat merupakan tempat bagi oknum-oknum pekerja illegal logging ini.

Kayu tak bertuan yang ditemukan Polhut di lokasi HPT Dulupi, Boalemo, Provinsi Gorontalo. (F. Istimewa)

Tak tersedianya alat angkut, Polhut pun awalnya ingin meninggalkan lokasi setelah menyegel kayu gerbang tak bertuan tadi. Namun di tengah perjalanan, Polhut mendengar bunyi alat senso atau mesin pemotong kayu di tengah hutan.

Setelah mencari sumber bunyi itu, Polhut memergoki 3 oknum warga kedapatan sedang asyik menebang pohon. Mereka masing-masing berinisial OH, SH dan IM. Sejurus kemudian, mereka pun digelandang ke Pos Gakkum Sulut di Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Polhut saat memergoki 3 oknum warga yang sedang asyik menebang pohon. Mereka kemudian dibawa ke pos Gakkum Sulut di Kecamatan Limboto untuk dimintai keterangannya. (F. Istimewa)

Kepada petugas, 3 oknum warga itu mengaku hanya merupakan pekerja yang dimodali oleh seorang pengusaha kayu berinisial I. Sementara dari rentetan informasi yang diterima Polhut pula, 5 kubik kayu tak bertuan tadi diduga kuat milik seseorang berinisial U.

Dan ternyata, baik I dan U sudah merupakan target operasi dari Tim Gakkum dan DLHK Provinsi Gorontalo selama beberapa tahun belakangan ini. Hanya saja sebelumnya, Polhut memang belum mendapatkan bukti konkret.

Dari hasil inspeksi lapangan ini, total yang diamankan Tim Polhut antara lain 3 tersangka, 5 kubik kayu pacang, 2 pohon gelondongan, 2 unit mesin senso, 2 parang dan 10 “pasanga” atau alat tarik kayu.

Tim Gakkum Sulut pun masih akan melakukan serangkaian pemeriksaan lanjutan dan gelar perkara terhadap kasus illegal logging ini. (Tim HL)