Tepis Opini Publik, 1300 Nakes di Halmahera Utara Siap Divaksin Covid-19

Tepis Opini Publik, 1300 Nakes di Halmahera Utara Siap Divaksin Covid-19

14/01/2021 15:27 0 By Maman

Yudihart Noya

Plt. Sekda Halmahera Utara, Yudihart Noya.

Hulondalo.id – Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Halmahera Utara, direncanakan akan digelar Februari atau awal Maret 2021. Saat ini, sosialisasi terus dilakukan Pemkab Halut sekaligus edukasi kepada masyarakat terkait vaksin Covid-19.

“Sementara ini kita lakukan sosialisasi sekaligus edukasi, agar masyarakat memahami betul tentang vaksin covid-19,” kata Plt. Sekda Halut, Yudihart Noya, Rabu (14/1/2021).

“Sosialisasi dan edukasi ini juga, menepis opini negatif yang berkembang di masyarakat khususnya Halmahera Utara, kami yakin vaksin covid-19 ini aman, karena Presiden Jokowi juga sudah menerima vaksin ini,” tambahnya.

Yudihart juga mengatakan, vaksinasi di Halmahera Utara, akan dimulai dari Tenaga Kesehatan (Nakes). Ini juga menjawab opini negatif tentang vaksin.

“Mereka ini ada di garda depan, sehingga menjadi prioritas untuk di vaksin,” tuturnya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Halut, Muhammad TapiTapi mengatakan, hasil uji klinis BPOM pusat dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), vaksin covid-19 ini aman dan halal untuk digunakan. Selanjutnya kata dia, strategi pelaksanaannya.

“Vaksinasi di Halut direncanakan Februari dan Maret 2021, strategi pelaksanaannya akan memprioritaskan tenaga kesehatan, kemudian anggota TNI dan Polri, pelayan publik dan masyarakat, untuk masyarakat, pelaksanaan vaksinasi direncanankan bulan April,” ungkap Muhammad.

Bang Memed, sapaan akrabnya ini juga mengatakan, tenaga kesehatan dimaksud seperti, dokter, bidan, mantri, dan perawat atau mereka yang bekerja di fasiltas pelayanan kesehatan baik pemerintah atau swasta.

Dia juga menjelaskan, penggunaan vaksin covid-19 ini khusus mereka yang sehat dan berusia produktif, atau berusia mulai 18 sampai 59 tahun.

“Vaksinasi covid-19 tidak di anjurkan yang punya penyakit bawaan seperti jantung, ginjal, gula dan lain sebagainya, atau mereka yang pernah positif covid, artinya bahwa, vaksin ini hanya untuk yang sehat,” terangnya.

Memed menambahkan, sebelum dilakukan vaksin, maka calon pengguna vaksin akan lebih dulu diperiksa kesehehatannya dan ini melalui 4 tahapan yaitu tahap pertama pendaftaran, tahap dua pemeriksaan  kesehatan lengkap, tahap tiga pelaksanan vaksin dan tahap empat observasi.

Sebelumnya kata Memed lagi, Dinas Kesehatan telah melakukan pertemuan dengan 3 Kepala Rumah Sakit dan 19 Kepala Puskesmas yang ada di Halut. Pertemuan itu membahas pentingnya sosialisasi dan edukasi kepada masyarkat tentang vaksin itu.

“Dalam pertemuan itu juga, membahas tahapan vaksinasi dan strategi pelaksanaannya, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sementara dilakukan”, pungkasnya. (AT)