Terasering, Solusi Kelola Pertanian Diareal Ekstrim

Terasering, Solusi Kelola Pertanian Diareal Ekstrim

19/05/2021 23:39 0 By Maman

Kunjungan DPRD Prov Gorontalo Desa Tupa

Pimpinan dan Anggota DPRD Provinsi Gorontalo berkunjung ke Desa Tupa Kecamatan Bulango Utara Kabupaten Bone Bolango. (foto:hms)

Hulondalo.id – Terasering, menjadi solusi nyata terhadap lahan pertanian yang berada di kemiringan. Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Warsito Sumawiyono mengatakan, kerjasama lintas sektor dibutuhkan untuk mengantisipasi petani bercocok tanam dilahan yang ekstrim ini.

Saat melakukan kunjungan kerja bersama anggota DPRD Provinsi Gorontalo lainnya, Rabu (19/5/2021) Warsito menuturkan, aktivitas bercocok tanam di lahan berbahaya atau ekstrim yang dilakukan oleh petani tidak boleh dilakukan. Aktivitas sangat membahayakan, terutama dari sisi pelestarian lingkungan dan alam yang dapat menyebabkan erosi.

Politisi Golkar ini juga mengatakan, dibutuhkan kerjasama lintas sektor untuk mengantisipasi para petani bercocok tanam di lahan yang ekstrim atau kemiringan. Lintas sektor dimaksud diantaranya, Dinas Pertanian dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Kami menawarkan kepada pemerintah mengenai konsep lahan terasering bagi petani yang melakukan aktivitas dilahan ekstrim,” ungkap Warsito di Desa Tupa Kecamatan Bulango Utara Kabupaten Bone Bolango bersama Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Paris Jusuf, dan Wakil Ketua DPRD, Moh Kris Wartabone.

Ia menjelaskan, konsep terasering merupakan metode konservasi dengan memuat teras-teras yang dilakukan untuk mengurangi panjang lereng dan menahan air, sehingga mengurangi kecepatan dan jumlah aliran permukaan, serta memperbesar peluang penyerapan air oleh tanah.

Konsep ini kata dia, memiliki banyak manfaat dan lebih aman terutama diluar kawasan hutan. Sebab rasio air yang tertinggal akan lebih tinggi. Menurutnya, jika para petani masih melakukan aktivitas di lahan yang ekstrim, akan berbahaya sehingga menimbulkan kerusakan lingkungan.

“Kami berharap, pemerintah dapat memberikan petunjuk dan arahan mengenai konsep terasering bagi petani yang masih melakukan cocok tanam di lahan ekstrim,” tandasnya. (Inkri/Adv)