Tersangka Pembunuhan Asparaga Akan Diperiksa Kejiwaannya

Tersangka Pembunuhan Asparaga Akan Diperiksa Kejiwaannya

18/11/2018 16:51 2 By Alex

Tersangka MN alias Mini (tengah) saat ditangkap aparat Polsek Tolangohula

Hulondalo.id – Tersangka pembunuhan terhadap Hamzah Padanggi alias Dandi (17) di Desa Karya Indah, Kecamatan Asparaga, Kabupaten Gorontalo, akhirnya di tangkap polisi. Saat ini tersangka MN alias Mini (44) berada di sel tahanan Mapolsek Tolangohula.

Sementara terkait rumor yang beredar bahwa tersangka mengalami gangguan jiwa, polisi pun masih akan menindaklanjutinya.

“Yang bersangkutan masih akan diperiksa kejiwaannya oleh dokter spesialis kejiwaan. Untuk saat ini, tersangka sudah diamankan di Polsek Tolangohula dan masih dalam proses pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Kapolres Gorontalo, AKBP Dafcoriza SIK MSc kepada Hulondalo.id, Ahad (18/11/208).

Dari informasi yang diterima Hulondalo.id, kejadiannya bermula saat tersangka Mini ingin meminjam kunci sepeda motor merek Honda Revo kepada Samsudin alias Pandi. Saat itu Pandi sedang bermain handphone. Sementara Hamzah di sebelahnya. Tanpa babibu, Mini langsung menikam Pandi yang sedang bermain handpone.

Melihat adiknya di serang sang paman, Hamzah alias Dandi mendekat dan menyerang Mini. Namun, pisau dapur yang dipegang Mini tidak lepas dari tangannya dan berbalik menyerang siswa kelas III SMA 1 Asparaga itu. Di saat bersamaan, Pandi pun langsung melarikan diri dengan bersimbah darah.

Baca Juga : Gila ! Paman Tikam 2 Ponakannya, 1 Tewas 

Kapolres Gorontalo, AKBP Dafcoriza SIK MSc membenarkan bahwa pada peristiwa berdarah itu satu orang meninggal dunia, yakni Hamzah Padanggi dan mengalami luka tusukan di bagian dada sebelah kiri, luka sayatan di kedua tangannya. Korban tewas di lokasi kejadian, tepatnya di rumahnya.

Sementara satu korban lainnya yang selamat adalah Samsudin Padanggi alias Pandi Kadir alias Pandi yang melangalami luka tusukan di bagian dada sebelah kanan, luka tusuk dan luka robek di kedua tangannya. Diduga kuat luka korban akibat menghindar dari serangan pamannya itu.

“Perkara ini masih sementara dalam proses lebih lanjut oleh penyidik. Nanti kalau ada informasi terbaru, akan kami sampaikan lagi kepada rekan-rekan wartawan,” kata pria asal Lampung ini.

Mantan Kapolres Pohuwato ini pun meminta kepada seluruh elemen masyarakat untuk meminimalisir peristiwa seperti itu terulang kembali dengan melaporkan kepada aparat Kepolisian terdekat apabila mendapati seseorang yang diduga mengalami gangguan kejiwaan dan berpotensi melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Nantinya pula, polisi akan bekerjasama dengan Dinas Sosial atau pemerintah setempat untuk dapat mengantisipasi sejak dini hal-hal seperti itu,” terangnya.(hl-01)