Tiba di Gorontalo, Gubernur juga Wajib Swab Antigen

Tiba di Gorontalo, Gubernur juga Wajib Swab Antigen

13/10/2021 18:21 0 By Syakir

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menjalani protokol swab antigen kembali, saat tiba di bandara Djalaludin Gorontalo, Rabu (13/10/2021). (f.isam)

Hulondalo.id – Pemberlakuan swab antigen untuk para pelaku perjalanan yang tiba di Gorontalo baik jalur udara maupun laut, berlaku untuk semua tak terkecuali Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Dirinya pun menghimbau semua pihak menghormati kebijakan itu, terutama para pejabat publik.

Gubernur Rusli tiba dengan pesawat Batik Air sekitar pukul 11.20 WITA, Rabu (13/10/2021). Seperti penumpang pada umumnya, Gubernur pun diarahkan untuk kembali melakukan rapid antigen. Tak makan waktu lama, hasilnya pun diketahui non reaktif.

Rusli pun menyayangkan adanya oknum pejabat yang protes kebijakan rapid tes kembali untuk penumpang yang tiba di Gorontalo. Harusnya pejabat tidak arogan dan memberikan contoh yang baik. Toh, kebijakan itu sebagai ikhtiar untuk melindungi keluarga dan masyarakat Gorontalo pada umumnya.

“Saya pak Kapolda, Pak Kajati, Pak KPT tiba di Gorontalo Rapid antigen juga, untuk memastikan kita benar benar steril. Untuk keluarga, anak istri kita di rumah. Itu tujuannya termasuk untuk (penumpang) penyebarangan ferry dan pelabuhan,” ungkapnya.

Gubernur dua periode itupun memastikan, kebijakan dalam Surat Edaran (SE) Gubernur Nomor 360/BPBD/781/VII/2021 tersebut, sejalan dengan SE Kasatgas No. 14 dan SE Kasatgas No. 17 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada Masa Pandemi Covid-19.

“Jangan dibanding-bandingkan dengan bandara lain. Kita juga punya kearifan lokal, kita punya Forkopimda. Kita rapatkan, kita putuskan bersama dan harus patuh,” tandasnya.

Sementara itu, belum lama ini heboh video tentang oknum anggota DPRD Kabupaten Boalemo Resvin Pakaya yang menolak untuk swab antigen, saat tiba di bandara Djalaludin Gorontalo. Karena menurutnya, kebijakan untuk swab antigen bagi pelaku perjalanan, sudah dilakukan saat di bandara kedatangan. Menurut informasi, persoalan itupun berujung ke kepolisian. (**)