Tidak Semua yang Melintas Perbatasan itu Pemudik, Erwin Minta ada Pengecualian

Tidak Semua yang Melintas Perbatasan itu Pemudik, Erwin Minta ada Pengecualian

26/04/2021 14:12 0 By Syakir

Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Partai Demokrat Erwinsyah Ismail.

Hulondalo.id – Penyekatan untuk menghalau pemudik akan segera dilakukan. Perbatasan Provinsi Gorontalo pun akan ditutup, dan tidak membolehkan siapapun untuk masuk ataupun keluar, selama larangan mudik berlaku. Tapi bagaimana dengan pekerja swasta atau ASN yang harus melintas perbatasan, untuk bekerja?

“Saya tadi malam mendapatkan inbox dari beberapa ASN yang kerjanya di bagian perbatasan yang berdomisili di Provinsi Gorontalo, (terkait kebijakan larangan mudik)”, ungkapnya, Senin (26/4/2021).

Menurut Erwin yang menjadi kekhawatiran mereka, penutupan perbatasan karena ada larangan mudik bisa berdampak pada kelancaran aktifitas pekerjaan mereka yang berdomisili di Gorontalo, tapi tempat kerjanya ada di daerah Sulut, yang otomatis setiap hari mereka harus menyebrang.

Pemerintah harus juga memikirkan hal ini kata Erwin. Minimal para ASN atau pegawai swasta yang akan bekerja dan melintas di perbatasan, dibekali surat khusus atau ada surat edaran dari pemerintah yang membolehkan para ASN atau pegawai swasta itu, boleh beraktifitas seperti biasa selama larangan mudik berlaku.

“Mereka harus ada dispensasi.  Sebab, dia itu bekerja, bukan melakukan mudik keluar masuk Gorontalo,” terang Erwin.

Erwin mengakui, banyak aktifitas warga yang menuntut mereka melintasi perbatasan setiap hari. Tak hanya ASN atau pekerja swasta, ada juga para pedagang. Jika perbatasan ditutup tanpa ada dispensasi, maka mereka ini akan merasakan dampak besarnya.

Ditambahkan Erwinsyah, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo awal Mei nanti akan memulai sosialisasi edaran mudik. Semoga masyarakat bisa lebih memahami. (inkri)