Tiga Kecamatan di Bonebol Dilanda Banjir, Ribuan Hektar Sawah Terendam

Tiga Kecamatan di Bonebol Dilanda Banjir, Ribuan Hektar Sawah Terendam

30/04/2019 18:56 0 By Alex

banjir bone bolango

Jembatan di Desa Tomomato, Kecamatan Suwawa Tengah, Bone Bolango yang menghubungkan Kecamatan Suwawa dan Suwawa Selatan ini tidak bisa digunakan akibat kaki jembatan tergerus air sungai yang deras.

Hulondalo.id – BPBD Kabupaten Bone Bolango mengkonfirmasi bahwa sedikitnya ada 3 kecamatan yang dilanda banjir bandang parah menyusul curah hujan yang melanda wilayah itu.

Adapun 3 kecamatan tersebut diantara Kecamatan Bulango Timur, Tilongkabila dan Suwawa Selatan. Hingga berita ini dilansir, BPBD Bonebol masih terus mendata kerugian material akibat peristiwa ini.

“Iya, kami masih melakukan pendataan. Setelah itu akan kami laporkan ke instansi terkait untuk penanggulangannya,” ungkap Kepala BPBD Bonebol, Gagarin Hunawa, Selasa (30/4/2019).

Seperti yang dikonfirmasikan pihak BPBD Bonebol, wilayah yang terkena dampak banjir bandang parah di Kecamatan Bulango Timur diantaranya Desa Bulotalangi Induk dan sekitarnya. Sementara di Kecamatan Tilongkabila, diantaranya Desa Bongopini dan Desa Bongohulawa.

Sedangkan di Kecamatan Suwawa Selatan, banjir bandang parah terjadi di wilayah Desa Libungo. Bahkan, kaki jembatan di Desa Tolomato, Kecamatan Suwawa Tengah, juga ikut tegerus air sungai. Akibatnya, jembatan sama sekali tidak bisa dimanfaatkan oleh warga.

“Jadi karena curah hujan sekitar 7 jam lamanya, air sungai di jembatan Tolomato ini naik dan menggerus kaki jembatan. Jembatan ini menghubungkan antara Kecamatan Suwawa dan Suwawa Timur,” kata Gagarin.

banjir bone bolango

Kondisi volumer air di bendung Alale, Desa Lombongo, Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango yang naik menyusul hujan selama 7 jam yang mengguyur wilayah Bone Bolango.

Selain itu, Kepala BPBD Bonebol, Gagarin Hunawa juga tidak menapik jika areal persawahan rata-rata terendam banjir akibat luapan air sungai. Padahal areal persawahan tersebut baru memulai musim tanam.

“Iya, paling parah areal sawah. Rata-rata padi terendam air. Jelas ini kerugian besar,” tambah Gagarin.

Saat ini, pihaknya masih terus mendata kerugian banjir ini dan akan dilaporkan ke instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut.(Alex)