Tinggal Sebulan, Pemkab Gorut Genjot Realisasi Anggaran Rp206 Miliar

Tinggal Sebulan, Pemkab Gorut Genjot Realisasi Anggaran Rp206 Miliar

22/11/2021 21:44 0 By Syakir

Wakil Bupati Gorontalo Utara Thariq Modanggu (kanan)

Hulondalo.id – Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara, akan menggenjot realisasi penyerapan anggaran daerah tahun 2021, dalam kurun waktu kurang lebih satu bulan.

Wakil Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, mengatakan sisa waktu satu bulan lebih sepekan itu, diharapkan Menteri Dalam Negeri, agar dimanfaatkan untuk mempercepat realisasi anggaran.

“Anggaran yang harus diselesaikan Gorontalo Utara, dalam satu bulan satu minggu, kurang lebih Rp. 206 Miliar, harus direalisasikan,” ungkap Wabup Thariq, usai Rapat koordinasi evaluasi penyerapan anggaran daerah tahun 2021 via zoom meeting, di Dinas Kominfo Gorontalo Utara, Senin 22/11/2021)

Dalam rapat itu lanjut Thariq,  baik Mendagri maupun Menteri Keuangan berharap agar vaksinasi terus diakselerasi, APBD juga diminta agar menjadi instrumen untuk pemulihan ekonomi nasional.

Diharapkan, anggaran 2022 , dapat memberi kontribusi lebih dalam upaya pemulihan ekonomi masyarakat, serta mendorong pertumbuhan pendapatan asli daerah.

“Agar kapasitas fiskal kita lebih naik lagi,” imbuh Wabup

Pada kesempatan yang sama, Thariq juga menyentil soal progress pembangunan gedung perpustakaan yang sudah 70%. Dengan tenggat waktu yang tersisa, proyek itu diminta selesai sesuai jadwal.

Sementara, untuk pembangunan jalan Ponelo Kepulauan, Wabup mengatakan, berkembang dalam rapat tersebut yang sulit untuk dikejar, karena ada problem dalam hal pengadaan salah satu bahan yang dibutuhkan untuk paving.

Wabup juga sudah melakukan klarifikasi terhadap proses pengadaan barang dan jasa tersebut, tidak diadakan pemeriksaan, jika harus ambil barangnya daru Makassar.

“Ternyata untuk regulasi tahun ini, untuk yang sekarang berlaku, tidak ada lagi pengecekan seperti itu, semua serba online,” jelas Wabup

“Makanya, memang ini menjadi satu problem kita dan saya minta ini harus dievaluasi oleh PU, kemudian penyedia barang dan jasa,” pungkasnya (Prin)