Tingkatkan SDM Siswa SMK, Dikbudpora Gorontalo Gandeng Panasonic dan Alfamart

Tingkatkan SDM Siswa SMK, Dikbudpora Gorontalo Gandeng Panasonic dan Alfamart

09/03/2020 15:31 0 By Alex

Kepala Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo Yosef P Koton saat menandatangani perjanjian kerjasama dengan PT Panasonic
Manufacturing Indonesia dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) untuk penyelarasan kurikulum bagi siswa SMK di Gorontalo.

Hulondalo.id – Dalam meningkatkan kompetensi siswa SMK dengan dunia usaha dan industri, Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo kembali menjalin kerjasama dengan PT Panasonic Manufacturing Indonesia dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart).

Kerjasama itu merupakan bagian dari penyelenggaraan pendidikan ritel bagi siswa SMK se-Provinsi Gorontalo serta penyelarasan kurikulum SMK dengan dunia usaha dan Industri agar pembelajaran yang didapatkan oleh siswa di sekolah sudah selaras dengan praktikum di lapangan.

Untuk PT Panasonic Manufacturing Indonesia, kerjasama meliputi peningkatan mutu sumber daya manusia SMK melalui praktek kerja lapangan (PKL), magang industri dan program latih kerja industri.

Praktek Kerja Industri maupun pada saat Magang Industri ini merupakan amanat Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pengembangan Revitalisasi SMK.

Sementara PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) juga menjalankan program tanggung jawab sosial berkelanjutan. Salah satunya melalui program pendidikan ritel bagi SMK jurusan bisnis atau manajemen pemasaran.

Pihak Alfamart pun akan melakukan sinkronisasi kurikulum pendidikan ritel, memberikan pelatihan kepada tenaga pengajar dan siswa.

Kepala Dinas Dikbudpora Provinsi Gorontalo Yosef P Koton mengatakan, kerjasama tersebut merupakan upaya peningkatan serapan lulusan SMK pada dunia usaha maupun industri untuk mengurangi angka pengangguran di Provinsi Gorontalo, khususnya bagi lulusan SMK.

“Selama ini kurikulum pendidikan SMK masih kurang spesifik sehingga perusahaan masih harus memberikan pelatihan lagi bagi lulusan SMK. Padahal lulusan SMK seharusnya merupakan tenaga kerja yang kompetitif dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” ujar Yosef.

Terpisah, Kepala Seksi Kurikulum SMK, Dikbudpora Proivnsi Gorontalo, Linda Gani menuturkan, program ini bisa menjadi solusi yang menguntungkan bagi semua pihak.

“Di satu sisi kami mendapatkan keselarasan program pendidikan dengan kebutuhan industri ritel melalui transfer pengetahuan dan praktik pembelajaran yang komprehensif, di sisi lain Alfamart dan Panasonic mendapat tenaga kerja yang kompeten dan mampu menjawab kebutuhan perusahaan,” tandas Linda.(adv/alex)