Tolak Omnibus Law, AMG Duduki Simpang Lima Kota Gorontalo

Tolak Omnibus Law, AMG Duduki Simpang Lima Kota Gorontalo

08/10/2020 14:22 0 By Syakir

Aksi massa Aliansi Masyarakat Gorontalo di simpang lima Kota Gorontalo, dalam demo penolakan UU Omnibus law Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020). (f.rinto)

Hulondalo.id – Penolakan terhadap UU Cipta Kerja hingga teriakan revolusi, mewarnai aksi demo mahasiswa dan sejumlah ormas yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Gorontalo. Setelah sempat saling dorong dengan aparat di depan gedung DPRD Kota Gorontalo, kini massa bergerak ke simpang lima Kota Gorontalo, Kamis (8/10/2020).

Aliansi masyarakat Gorontalo ini merupakan gabungan dari 17 organisasi mahasiswa, seperti Badan Eksekutif Mahasiswa hingga organisasi ekstra kampus.

Dalam orasinya, mengemukakan sejumlah tuntutan yang intinya menolak UU Cipta Kerja karena dianggap tidak berpihak kepada rakyat. Teriakan hingga seruan agar masyarakat sama sama ikut menolak UU Cipta Kerja pun lantang diteriakkan.

Massa AMG sempat membakar ban bekas di simpang lima, serta bergantian melakukan orasi. Beberapa kali terlihat gesekan massa dengan pihak pengamanan, namun cepat reda.

Sementara itu, untuk mengamankan aksi demonstrasi penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja, Polda Gorontalo menurunkan sedikitnya 1450 personil kepolisian.

Kabid Humas Polda Gorontalo Kombes Pol Wahyu Tri Cahyono mengatakan, demo yang berlangsung saat ini tidak mendapatkan izin dari kepolisian. Wahyu beralasan, izin tidak diberikan karena saat ini masih dalam situasi pandemi covid-19.

“Kami sudah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk sementara menghindari dua lokasi yang menjadi kegiatan unjuk rasa, agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan,” tandasnya. (rinto)