Tolak Radikalisme, Ribuan Massa Datangi Gedung DPRD Tulungagung

Tolak Radikalisme, Ribuan Massa Datangi Gedung DPRD Tulungagung

03/08/2020 18:56 0 By Maman

Aliansi Masyarakat Anti Radikalisme, Komunisme dan Terorisme (AMAR) Tulungagung, melakukan aksi di depan Kantor DPRD Tulungagung. (foto:istimewa)

Hulondalo.id (Tulungagung) – Selain menolak radikalisme, ribuan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Anti Radikalisme, Komunisme, dan Terorisme (AMAR) Tulungagung juga menyuarakan 6 tuntutan lainnya, saat melakukan aksi demo di depan Kantor DPRD Tulungagung.

Aksi ini salah satu bentuk keresahan masyarakat, terhadap masifnya gerakan radikalisme, komunisme dan terorisme di Tulungagung.

“Masyarakat Tulungagung, khususnya Desa Tapan resah dengan keberadaan sekelompok masyarakat berpaham radikalisme,” kata salah seorang orator di atas mobil komando, Senin (03/08/2020).

Dalam aksi ini, 7 tuntutan dibacakan antara lain, mendorong pemerintah melaksanakan tugasnya sesuai amanat perundang-undangan, menegakkan supremasi hukum, mendorong pemerintah untuk menolak segala bentuk radikalisme, komunisme dan terorisme, serta kembalikan ketentraman Kabupaten Tulungagung.

Ketua Amar Tulungaggung, Maliki Nusantara juga mengatakan, sebelum terbentuk Amar, riset dilakukan, dan ada beberapa data yang mengarah pada indikasi radikalisme. Menurutnya, Tulungagung adalah salah satu tempat penggodokan gerakan radikal di Indonesia.

“2 tahun lalu, ada anggota teroris yang ditembak mati di perempatan RS lama Tulungagung,” ungkapnya.

Maliki menyampaikan, aksi masa tersebut adalah untuk mendorong pemerintah untuk menggerakkan kekuatan umum atau intelejen agar masyarakat Tulungagung tetap tenang dan kondusif.

Terkait dugaan adanya aktivitas yayasan yang meresahkan, Maliki mengatakan, hal penting yang harus dilakukan, menghindari akan adanya gesekan diantara masyarakat. Salah satunya kata dia, dengan cara menyampaikan aspirasi ini agar dapat diakomodir.

Ditempat yang sama, Bupati Tulungagung, Maryoto Birowo, mengatakan, aktivitas yayasan tersebut telah dibahas bersama dengan perwakilan massa aksi. Semua pihak kata Bupati, pasti berharap Tulungagung tetap kondusif, aman dan nyaman.

“Kami juga sudah mengeluarkan SP1 dan SP2 kepada yayasan, jika ini dipenuhi oleh yayasan, maka kondusifitas di Tulungagung akan terwujud,” terangnya.

Maryoto juga menghimbau, baik itu kepda massa aksi demo dan yayasan, untuk tetap menjaga kondusifitas ini. Bupati juga menyarankan kepada pengelola yayasan untuk memenuhi ketentuan-ketentuan hukum, dalam hal pembangunan fisik atau infrastruktur. (MO)