Tradisi Ketupat, Pedagang Bambu dan Daun Woka Diserbu

Tradisi Ketupat, Pedagang Bambu dan Daun Woka Diserbu

20/05/2021 00:16 0 By Maman

Penjual Bambu Jelang Lebaran Ketupat

Salah seorang penjual Bambu yang biasanya ada menjelang Lebaran Ketupat di Kabupaten Gorontalo. (foto:pin)

Hulondalo.id – Bambu dan daun woka, menjadi barang yang paling dicari masyarakat jelang tradisi lebaran ketupat di Gorontalo. Keduanya merupakan bahan yang digunakan masyarakat untuk membungkus makanan.

Di sekitar Tugu Ketupat Desa Yosonegoro Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, bambu dan daun woka ramai dijual bersama penjual daging sapi. Mereka pedagang musiman jelang tradisi ketupat di Kabupaten Gorontalo.

Satu ujung bambu untuk membungkus nasi jaha dijual Rp 5 ribu. Sementara daun woka dijual dengan harga Rp 2.500.

Salah seorang penjual bambu, Yunan (27) asal Desa Daenaa mengatakan, dia bersama rekan-rekannya merupakan pedagang musiman menjelang tradisi ketupat di Kabupaten Gorontalo.

“Kami bersyukur penjualan tahun ini lebih meningkat dibandingkan tahun lalu,” kata Yunan.

Yunan juga mengatakan, harga per ujung bambu berbeda-beda, tergantung kualitas bambu serta jumlah bambu per ikatnya.

“Jika bambu tua harganya, Rp 5 ribu, untuk bambu yang muda harganya Rp 8 ribu, per ikatnya dijual dengan harga Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu, ada yang 20 ujung dan 25 ujung,” terang Yunan.

Hamza, pedagang Daun Woka asal Kelurahan Hutuo juga menuturkan, daun woka biasanya digunakan untuk membungkus makanan dodol. Harganya kata dia, Rp. 2500 satu daun yang sudah dibelah menjadi beberapa ujung daun.

“Kami juga menjual ketupat, Rp 5 ribu per ikat,” tuturnya. (Pin)