Transaksi di Aplikasi BeLa Capai 1.367, Masuk 5 Besar Nasional

Transaksi di Aplikasi BeLa Capai 1.367, Masuk 5 Besar Nasional

09/11/2021 23:40 0 By Maman

Suasana Rapat Pimpinan OPD bersama Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, Selasa (9/11/2021). (Foto : Salman)

Hulondalo.id – Pasar on line Hulonthalo Lipuu (Pothali) yang memanfaatkan Aplikasi Belanja Langsung (BeLa) Pengadaan LKPP, sebagai penyedia layanan pengadaan barang/jasa pemerintah milik Provinsi Gorontalo, mencatatkan transaksi tertinggi ke lima secara nasional.

Hal tersebut dapat dilihat dalam portal Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yang diungkapkan oleh Kepala Biro Pengadaan Provinsi Gorontalo Sultan Kalupe, pada Rapat Pimpinan bersama Gubernur Rusli Habibie Selasa (9/11/2021).

“Tercatat dalam portal LKPP sampai dengan 1 November 2021 transaksi Gorontalo itu menempati peringkat lima Nasional. peringkat I DKI Jakarta, II Jawa Timur, III Bali, IV Jawa Barat, V Gorontalo, kemudian Jawa Tengah, Kalimantan Selatan dan Sumatera Utara,” ungkap Sultan.

Pihaknya menjelaskan penilaian ini berdasarkan jumlah transaksi yg dilakukan oleh OPD provinsi Gorontalo pada aplikasi POTALI BeLa Pengadaan. Pemanfaatan bela pengadaan Pemprov Gorontalo berkembang cukup pesat setelah dilaunching oleh Gubernur Rusli, pada bulan Juni 2021.

Sampai dengan bulan ini, terdapat 265 UMKM yang bergabung dengan total transaksi 1.367 transaksi. Keberhasilan ini berhasil mengalahkan Pemprov Jawa Tengah, yang menjadi lokasi studi banding Pemprov Gorontalo saat menerapkan aplikasi BeLa Pengadaan.

Lebih lanjut menurut Sultan, pelaksanaan bela pengadaan merupakan salah satu dari kesepakatan yg tertuang dalam strategi nasional (Stranas) Pencegahan Korupsi yg diluncurkan oleh KPK, yaitu pemanfaatan bela pengadaan dalam belanja pengadaan barang pemerintah untuk menghidupkan UMKM.

Ada 10 komoditi yang banyak dibelanjakan dalam bela pengadaan, yaitu pertama belanja ATK, belanja event organizer, belanja komputer dan perangkat keras, belanja makan minum, belanja elektronik konsumen, belanja kesehatan dan medis, belanja makanan kaleng kemasan, belanja tas dan koper, belanja arsip dan dokumen, serta belanja perlengkapan rumah tangga.

“Hal ini tidak terlepas dari kebijakan pak gubernur melalui surat edaran gubernur untuk memanfaatkan bela pengadaan untuk transaksi sampai dengan Rp 50 juta. Pada 10 komoditi di atas sampai dengan tanggal 1 November 2021 transaksi bela pengadaan di Provinsi Gorontalo sudah mencapai Rp1,6 miliyar,” ucap Sultan.

Melihat keberhasilan ini, Gubernur Rusli menekankan untuk tahun 2022, semua jenis belanja sampai dengan 50 juta wajib memanfaatkan bela pengadaan, yang juga diharapkan bisa menumbuhkan UMKM – UMKM yang ada di Provinsi Gorontalo.

Ada 12 marketplace yang terhubung dengan aplikasi BeLa Pengadaan, diantaranya Bukalapak, Shopee, Bhinneka, Grab, Blibli, Mbiz dan lainya. Dari 12 marketplace tersebut Pemprov Gorontalo menggandeng Mbiz dan Grab. (Adv)