Transformasi Pohuwato Menuju Kota Masa Depan

02/05/2019 07:21 0 By admin

** Penulis : Suryadin Ahmad, Pohuwato

Sejak resmi berdiri 6 Mei 2003 silam, dalam perjalanannya Kabupaten Pohuwato terus membuat kagum banyak orang. Dikaruniai sumber daya alam yang melimpah, Pohuwato tumbuh sebagai daerah pemekaran dengan kemajuan begitu pesat.

Mengelola potensi yang begitu besar, dibutuhkan pemimpin yang memiliki visi besar juga. Setelah jabatan bupati definitif pertama Zainudin Hasan berakhir, terpilihlah Syarif Mbuinga di 2010.

Sejak masih memimpin Parlemen Panua, Syarif punya cita cita bagaimana menjadikan Pohuwato, sebagai daerah maju dan mandiri alias tidak bergantung ke pemerintah pusat.

Sepertinya cita cita itu bisa terwujud. Karena saat ini, tidak sedikit investor yang berlomba lomba masuk Pohuwato. Daerah berjuluk bumi panua itupun, tak lama lagi menjadi kota kedua di Provinsi Gorontalo.

Ibarat membuat sebuah rumah, Syarif telah meletakkan pondasi dasar, untuk menuju kota moderen. Mulai dari akses transportasi, ketersediaan energi, sumber daya manusia hingga penguatan ekonomi kerakyatan.

Infografis

*TRANSPORTASI

Saat ini, di ujung timur Paguat sudah ada 2 pelabuhan, yakni pelabuhan ferry untuk penyebrangan dan pelabuhan samudra untuk kapal barang. Dua pelabuhan itu, memudahkan akses transportasi lewat jalur laut.

Untuk jalur darat sendiri, rencananya akan dibangun terminal tipe B di Kecamatan Marisa agar pelayanan kendaraan penumpang umum untuk angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP), angkutan kota (AK) dan angkutan pedesaan (ADES) lebih mudah.

Nah untuk jalur udara, ada bandar udara (bandara) Imbodu Randangan yang saat ini terus dikerjakan. Bahkan ditargetkan tahun 2020 sudah ada pesawat yang mendarat.

Tidak hanya itu, stasiun kereta api juga rencananya akan dibangun di wilayah Marisa. Yang saat ini, jalur KA Trans Sulawesi Makassar-Manado itu tengah dikerjakan.

Untuk tahap awalnya, jalur KA Makassar hingga Pare Pare, pembangunannya telah dimulai tahun 2015 silam. Soal wilayah yang bakal menjadi tempat pembangunan jalur dan stasiun KA itu, telah diatur dalam RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) Pohuwato 2012-2032.

* ENERGI

Tampaknya, Pohuwato memang didesain khusus menuju sebuah kota modern di Provinsi Gorontalo. Sebagai gerbang masuk dari timur, kini Kecamatan Paguat sudah ditetapkan sebagai kawasan industri.

Beberapa perusahaan besar sudah mulai membangun pabriknya, bahkan ada beberapa yang sudah beroperasi. Masuknya perusahaan-perusahaan industri besar itu tentu diharapkan bisa ikut memberikan kontribusi bagi perekonomian dan pembangunan di daerah.

Apalagi, di kawasan tersebut telah didukung dengan ketersediaan energi listrik yang bisa menjadi jaminan bagi pembangunan pabrik, yakni gardu induk PLN Paguat dan PLTG Paguat yang berkapasitas 100 megawatt (MW) yang diresmikan langsung oleh Presiden RI Joko Widodo.

* SDM (Sumber Daya Manusia)

Nah, agar masyarakat Pohuwato tidak menjadi penonton di negeri sendiri, otomatis sumber daya manusianya harus kuat. Langkah yang dilakukan Bupati Syarif adalah menggelontorkan anggaran dengan begitu besar hanya untuk mengintervensi sektor pendidikan.

Bahkan 20 persen lebih dari total APBD yang saat ini sudah mencapai Rp 1 Triliun digunakan untuk membiayai kebutuhan akan pendidikan. Puluhan bahkan ratusan putra-putri daerah yang kuliah di dalam dan di luar daerah dibiayai oleh APBD.

Belum lagi, di Pohuwato sendiri lagi panas panasnya dengan menggalakkan digitalisasi, menyambut industri 4.0. Dan ini diinsiasi oleh para anak muda, dan mendapat suport hebat dari pemerintah.

Tujuannya, agar kelak mereka kembali ke Pohuwato sudah siap bersaing dan ikut membantu memajukan daerahnya. Ini pun sudah dilakukan sejak awal dirinya menjabat bupati.

*EKONOMI KERAKYATAN

Bagaimana soal kesejahteraan masyarakat? Sejak periode pertama hingga sekarang, Syarif bersama wakilnya Amin Haras memilih fokus pada penguatan ekonomi kerakyatan.

Dan hasilnya, Pohuwato mampu menyumbang angka paling besar terhadap turunnya angka kemiskinan di Provinsi Gorontalo periode Maret 2018. Bicara kesejahteraan rakyat, Syarif tidak tinggal diam.

Buktinya, disaat kepala daerah lain se Gorontalo menerima masuknya ritel-ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret, Syarif justru satu-satunya kepala daerah yang sampai dengan saat ini masih konsisten belum menerima mereka masuk ke Pohuwato.

Penolakan itu tentu bukan tanpa alasan. Syarif berpikir bagaimana cara melindungi kios-kios kecil, yang didalamnya banyak orang yang menggantungkan hidup dari situ. Itulah kenapa, Syarif ingin menyetop sementara masuknya ritel modern itu ke Bumi Panua.

Disatu sisi, Syarif tengah mendorong para generasi milenial untuk ikut berwira usaha. Tak apalah jika setelah masa jabatan Syarif nanti berakhir, tapi masyarakat Pohuwato pada umumnya sudah siap bersaing.

*KEAMANAN

Lantas soal keamanannya? Saat ini sudah ada satuan TNI-Polri yang bertugas menjaga wilayah Pohuwato yakni Polres Pohuwato dan Kodim 1313 Pohuwato.

Bahkan rencananya, akan dibangun lagi markas Brimob dan TNI Angkatan Laut di Kecamatan Paguat, markas TNI Angkatan Udara di Kecamatan Randangan dan akan ditambah markas untuk TNI Angkatan Darat di wilayah perbatasan Popayato untuk lebih memperkuat keamanan di Pohuwato.

Inilah visi Syarif Mbuinga. Seorang anak kampung yang harus memikirkan kemajuan tanah kelahirannya. Kelak apa yang dirintisnya saat ini, akan menjadi warisan bermanfaat bukan hanya bagi generasi penerusnya, tapi juga generasi masa depan Pohuwato.

Dirgahayu Bumi Panua, Dirgahayu Pohuwato ke 16 (**)