Tuding Selingkuh, Pria asal Pentadio Habisi Nyawa Istrinya Dengan Badik

Tuding Selingkuh, Pria asal Pentadio Habisi Nyawa Istrinya Dengan Badik

28/09/2021 20:22 0 By Syakir

Pelaku SU alias Suhendar, saat diperiksa

Hulondalo.id – SU Alias Suhendar (32) warga Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisan.

Pasalnya, Suhendar diduga telah menganiaya istinya sendiri yakni SA alias Siska (29) warga Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo hingga tewas.

informasi dirangkum Hulondalo.id, penganiayaan tersebut dipicu adanya dugaan perselingkuhan. Yang mana, Suhendar merupakan suami korban, menuduh korban mempunyai hubungan dengan pria lain.

Kapolres Gorontalo, AKBP Ahmad Pardomuan, SIK, melalui Kasat Reskrim Polres Gorontalo, Iptu Mohammad Nauval Seno mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Selasa, 28 September 2021, sekitar pukul 01.30 WITA di Desa Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.

Kata Nauval, sebelumnya keduanya sempat cekcok, tak lama kemudian keduanya saling kejar, pelaku pun mengambil sebuah badik yang berada di bawah kasur, dan menusuk korban berkali-kali.

“Motifnya cemburu, dikarenakan sang istri diduga selingkuh, ketika diminta klarifikasi, korban selalu mengelak. Sehingga terjadi percekcokan antar keduanya, pelaku pun khilaf dan terjadilah peristiwa itu ,” terang Nauval, Selasa (28/09/2021).

Lanjut Nauval, korban sempat di Rumah Sakit MM Dunda Limboto, namun nyawanya tak tertolong. Dalam melakukan aksinya, pelaku dalam pengaruh miras, hingga menusuk korban sebanyak 24 kali.

“Jadi, pelaku menusuk korban dalam pengaruh miras. Dimana, pelaku usai berjualan menkonsumsi miras bersama teman-temannya,” jelas Nauval.

Ia menambahkan, pihaknya telah mengamankan pelaku serta barang bukti sebilah badik. Pelaku diancam dengan hukuman 15 tahun penjara.

“Pelaku dikenakan pasal 338 KUHP Pidana dan Pasal 354 tentang penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia. Dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Nauval. (opin)