Tudingan Pungli di Perbatasan Gorontalo Utara, Ini Penjelasan Kapolres

Tudingan Pungli di Perbatasan Gorontalo Utara, Ini Penjelasan Kapolres

26/05/2020 22:44 0 By admin

ilustrasi

Hulondalo.id – Beredar kabar tak sedap soal penjagaan perbatasan antara Provinsi Sulut dengan Gorontalo, di Kabupaten Gorontalo Utara. Salah satu yang teranyar adalah tudingan, bahwa untuk lolos melintas masuk, harus mengeluarkan uang pelicin, benarkah?. Berikut penjelasan Kapolres Gorontalo Utara AKBP Dicky Irawan Kesuma.

Dicky mengatakan, pihaknya akan memberikan sanksi tegas kepada siapapun yang terlibat dalam pungli, tanpa pandang bulu. Dan jika benar, maka hal ini harus diungkap, agar tidak menimbulkan persepsi buruk di masyarakat, terhadap petugas perbatasan.

“Kalau memang ada pungli ya harus di ungkap, harus tindak tegas, kalau kita melindungi kita salah nanti, justru malah kita semakin tidak dipercaya krebilitas petugas di perbatasan nanti,” tegas Dicky saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2020).

Dicky menjelaskan, semua instansi bertugas sesuai porsi masing-masing. Seperti tugas memfilter kendaraan yang boleh melintas, adalah dinas perhubungan dan Satpol PP. Mengingat Pergub tentang PSBB, adalah produk pemerintah daerah.

“Untuk kami TNI, Polri bertugas untuk mengamankan kegiatan supaya dapat aman lancar berjalan,” kata pria kelahiran Sumatra itu.

Terkait postingan di sosial media yang sempat viral, soal lolosnya mobil minibus merah milik pemudik asal Sulut, berdasarkan pengakuan si pemilik mobil, mereka tidak mengeluarkan uang sepeser pun.

Nah, bagaimana mobil minibus merah itu bisa lolos? soal itu kata Dicky, dari penelusuran pihaknya, jadi saat sedang antri di perbatasan, si pengendara minibus merah sengaja menurunkan anak istrinya, dan melintasi di jalan yang tak dijaga petugas.

Didalam mobil itu sendiri, hanya berisi tumpukan barang dan satu orang sopir. Kebetulan saat itu, hanya mobil bermuatan barang atau logistik yang diberikan izin melintas masuk di perbatasan. Disitulah mereka lolos.

Tak hanya pemilik minibus, Kata Dicky, pemilik akun Ka DeeTs yang memposting tudingan pungli dengan foto mobil minibus warna merah yang viral itu, juga sementara diperiksa. Jika Ka DeeTs punya bukti, maka pihaknya akan fokus ke tindak pidana pungli, sebaliknya jika tidak benar maka pemeriksaan akan fokus pada penyebaran berita palsu.

Menurut Dicky, persoalan ini harus terang benderang. Karena yang dipertaruhkan adalah kredibilitas para petugas perbatasan yang berasal dari berbagai instansi.

“Kasihan disana ada banyak Skali instansi yang bertugas dengan berjibaku dengan meluangkan waktunya, tenaganya, yang biasanya dia bekerja dengan aman nyaman, ini diluar kebiasaan karena situasi Covid pandemic ini,” tutupnya. (prin)