Tumbuhkan Minat Baca, Wabup Thariq Gelar Pesantren Literasi

Tumbuhkan Minat Baca, Wabup Thariq Gelar Pesantren Literasi

25/04/2021 22:15 0 By Maman

Pesantren Literasi Wabup Thariq

Wabup Gorontalo Utara, Thariq Modanggu bersama mahasiswa KKS IAIN Sultan Amai Gorontalo, dalam acara Pelitaqu. (foto:hms)

Hulondalo.id – Guna menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap buku sebagai sumber ilmu pengetahuan dan informasi, Wabup Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, menggelar Pesantren Literasi Thariq Modanggu (PELITAQU) di ruang kerjanya, Minggu (25/4/2021).

Wabup mengatakan, ada beberapa hal yang mendorong pesantren literasi tersebut terlaksana, diantaranya keberadaan perpustakaan di ruang kerjanya.

Pesantren literasi tersebut kata Wabup, mengundang sejumlah mahasiswa KKS IAIN Sultan Amai Gorontalo beserta dosen pembimbing, Camat Tomilito, Korwil dan pengelola perpustakaan desa Huidu Melito, Kepala Dinas Pendidikan serta Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan.

“Melalui kegiatan ini, dilakukan bimbingan membaca buku, setelah itu dilanjutkan dengan diskusi,” ujar Wabup.

Melalui kegiatan tersebut kata Wabup, diharapkan agar generasi muda, memiliki kemampuan membaca buku dan juga bisa menjelaskan kembali isi buku yang dibaca. Kegiatan itu juga lanjut Wabup, dalam rangka menumbuhkan minat baca, kecintaan terhadap buku sebagai sumber ilmu pengetahuan, sumber informasi jendela dunia.

“Sebenarnya kita harapkan para generasi muda bukan hanya memiliki pengetahuan tapi juga memiliki sifat ilmu yang selalu terbuka, memiliki sifat rendah hati lalu mudah mendiskusikan segala sesuatu itu adalah spirit dari kegiatan tersebut,” ucap Wabup.

Semoga kata Wabup, kedepan akan ada pesantren literasi Thariq Modanggu, jilid dua yang mungkin akan mencakup generasi muda tingkat SMA.

Wabup juga berharap, kegiatan tersebut menjadi bekal mahasiswa untuk menggeluti dunia pendidikan lebih lanjut lebih khusus mahasiswa di Gorontalo Utara. Sehingga kata dia, harapan SDM Gorontalo Utara benar-benar memiliki kemampuan pengetahuan baik secara spesifik dan general.

“Spesifik, artinya mereka menguasai bidang jurusannya masing-masing, tapi secara general pula bahwa mereka memahami keilmuan-keilmuan lain di bidang yang lain termasuk di bidang keagamaan, sosial dan juga budaya,” tandas Wabup. (Prin/Adv)