Tunggu Inpres Terbit, Rusli Siapkan Sanksi Tegas Buat Pelanggar Protokol Kesehatan

Tunggu Inpres Terbit, Rusli Siapkan Sanksi Tegas Buat Pelanggar Protokol Kesehatan

20/07/2020 21:02 0 By Alex

Gubernur Gorontalo

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat rapat virtual dengan Forkopimda membahas sanksi untuk pelanggar protokol kesehatan, Senin (20/7/2020). (F. Salman/Humas)

Hulondalo.id – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie rupanya tidak akan main-main lagi dengan para pelanggar protokol kesehatan di saat masa transisi new normal ini. Dia siap menerapkan sanksi tegas apapun alasannya.

Saat ini, Gubernur Rusli Habibie hanya tinggal menunggu terbitnya instruksi presiden (Inpres) tentang pemberlakuan saksi tersebut yang direncanakan akan terbit pekan ini juga.

“Masyarakat yang tidak pakai masker kemudian tempat-tempat keramaian tidak menyediakan fasilitas protokol kesehatan atau tidak menerapkan protokol kesehatan itu akan ada sanksinya masing-masing. Nanti akan keluar Inpres terkait pemberian sanksi ini, dan kita harus tegas,” kata Gubernur Rusli Habibie pada rapat virtual bersama Forkopimda, Senin (20/7/2020).

Rusli pun meminta komitmen dari pemerintah daerah terhadap pemberlakuan sanksi tegas itu. Dia pun memuji langkah tegas Bupati Gorontalo yang berani menutup salah satu pasar yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

Untuk tempat-tempat keramaian seperti pertokoan, pasar modern, supermarket, hotel, salon, restoran dan warung kopi agar membuat surat pernyataan sanggup melaksanakan protokol kesehatan.

Apabila tidak melaksanakan ketentuan tersebut maka akan diberikan teguran, pemberhentian sementara, bahkan sampai dengan pencabutan izin usaha.

“Seperti pasar tradisional, coba kita buat side plan dengan mengatur jarak lapak antar pedagang. Nanti para petugas akan diturunkan menjadi berjarak satu sama lain. Contohnya di pasar senin, sudah diatur jaraknya lebih dahulu sebelum digunakan pada senin,” usul Rusli.

Rusli juga mengingatkan untuk memperhatikan perbandingan antara besaran area pasar dan tim petugas pengawas di masing-masing titik guna mengoptimalkan pengawasan dan pemberian sanksi bagi para pelanggar protokol kesehatan.(adv/alex)