Turunkan Prevalensi Gangguan Penglihatan & Kebutaan, Dinkes Provinsi Gorontalo Gelar Pelatihan

Turunkan Prevalensi Gangguan Penglihatan & Kebutaan, Dinkes Provinsi Gorontalo Gelar Pelatihan

27/08/2019 14:32 0 By Maman

Plh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Reyke Uloli, memberikan sambutan pada kegiatan Pelatihan Tenaga Dokter Dalam Upaya Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan (PGPK), Selasa (27/08) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo.

Hulondalo.id- Catatan World Health Organization (WHO), ada 500 anak buta tiap tahun, atau 1 di antara 1.000 anak mengalami kebutaan per menit. Sementara itu, untuk angka kebutaan di Indonesia sebanyak 3%, dimana 81% disebabkan oleh katarak.

Menurut Plh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo Reyke Uloli, saat ini beberapa masalah terjadi pada program indera termasuk gangguan mata di puskesmas belum terlapor. Hal ini, disebabkan masih kurangnya pendampingan dan pembinaan ke Puskesmas.

“Kondisi itu, bukan karena tidak dilaksanakan tetapi bisa saja dilaksanakan namun tidak terlapor” jelas Reyke pada Pelatihan Tenaga Dokter Dalam Upaya Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan (PGPK), Selasa (27/08/2019) di Grand Q Hotel Kota Gorontalo.

Sementara itu, keberadaan rumah sakit dr. Hasri Ainun Habibie yang memberikan pelayanan secara umum dan dengan prioritas pelayanan mata, telah ikut membantu masyarakat dalam mendapatkan pengobatan mata, sehingga, tidak perlu mendapat rujukan ke luar daerah.

“Data RSUD Ainun pada Pelayanan Kesehatan mata, terdapat 1250 orang yang dilayani per tahun,” ungkapnya.

Untuk itu, melalui Posbindu, selain masyarakat dapat melakukan pemeriksaan gula darah, kolesterol dan hipertensi, juga dapat menjadi skrining awal untuk masalah gangguan penglihatan dan kebutaan.

Dirinya berharap, dari hasil pelatihan bagi dokter ini, dapat memberikan pelayanan di puskesmas, dengan melakukan rujukan ke rumah sakit, serta melakukan follow up bagi pasien tersebut. (Rinto/5)