Undang OPD Terkait, Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Bahas Soal Ini

Undang OPD Terkait, Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo Bahas Soal Ini

02/08/2021 19:47 0 By Maman

Rapat Komisi II OPD

Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo menggelar rapat bersama Badan Keuangan Provinsi Gorontalo. (foto:hms)

Hulondalo.id – OPD terkait diundang Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo. Sejumlah hal dibahas dalam rapat tersebut, diataranya, pengelolaan keuangan daerah hingga keberadaan BUMD di Provinsi Gorontalo.

Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie mengatakan, banyak hal yang dibahas bersama Badan Keuangan dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

Espin mengatakan, banyak informasi diperoleh mulai dari pengelolaan keuangan daerah, khususnya di tahun 2021, tentang anggaran yang direfocusing untuk percepatan pemulihan ekonomi ditengah pandemi Covid-19.

“Anggaran induk senilai Rp85 miliar untuk penanganan Covid-19 diantaranya vaksinasi, juga administrasi terhadap vaksin, dan insentif tenaga kesehatan di Gorontalo,” ungkap Espin.

Anggaran nakes kata Espin, dari total senilai Rp14 miliar, yang sudah tersalurkan sebanyak 54%.

“Alhamdulillah itu bisa tercapai, proyeksi bulan Juni ini sudah melewati diatas 50%, informasi ini kita dapatkan dari hasil rapat kerja bersama OPD sebagai mitra kita di Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo,” terang Espin.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menjelaskan, upaya menggali potensi daerah saat ini belum maksimal untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). PAD Gorontalo kata dia, masih jauh dengan ekspektasi yang ada.

Di Gorontalo, masih berkisar Rp450 miliar PAD. Jika dibandingkan dengan daerah tetangga Sulawesi Utara, sudah menghampiri senilai Rp3 triliun.

“Secara target kita sudah mencapainya di kwartal 1 yakni, 46%, Insya Allah diakhir tahun 2021 ini bisa terlampaui dengan adanya inovasi serta masukkan kepada Badan Keuangan untuk mendorong pendapatan asli daerah ini dimaksimalkan,” ujar Espin.

Lebih lanjut kata Espin, terkait BUMD, masih mempersiapkan pemilihan Direktur BUMD. Semoga kata dia, setelah ada Direktur baru, mampu menopang atau bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Gorontalo.

Ia menambahkan, seharusnya BUMD hadir ditengah-tengah fluktuasi harga jagung. Karenanya, dibutuhkan peran dan fungsi BUMD dalam rangka menetralisir harga pasar di Gorontalo, untuk tidak dipermainkan di pasar.

“Peran BUMD agar bisa hadir ditengah-tengah masyarakat dan pendapatan masyarakat Gorontalo dengan sendirinya bisa meningkat,” bebernya. (Inkri/Adv)