UNG Gagas Program Akademi Kerukunan Desa, Begini Manfaatnya

UNG Gagas Program Akademi Kerukunan Desa, Begini Manfaatnya

30/09/2020 23:46 0 By Alex

Universitas Negeri Gorontalo (UNG)

Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Eduart Wolok bersama Ketua Pokja Desa Hidayat Koniyo saat memperkenalkan program Akademi Kerukunan Desa (Akur Desa), Rabu (30/9/2020).

Hulondalo.id – Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggagas program Akademi Kerukunan Desa (Akur Desa) sebagai bentuk perpanjangan dari Forum Pemuka Masyarakat Cinta Desa (Forpeace) dalam merespon berbagai isu skala perdesaan.

Ketua Pokja Desa, Hidayat Koniyo menjelaskan, program Akur Desa diarahkan untuk menyelisik isu-isu kontemporer, seperti ketidakadilan gender, ketimpangan ekonomi, dan tata kelola desa yang cenderung eksklusif dan struktural, alih-alih inklusif dan fungsional.

“Ini menjadi forum komunikasi yang mempertemukan masyarakat yang datang dari berbagai latar belakang untuk berdiskusi, belajar dan membuka pandangan seluas-luasnya terhadap orang lain,” kata Hidayat.

Dengan program Akur Desa, lanjut Hidayat, akan menjadi wadah terciptanya forum koordinasi antar tokoh adat, tokoh agama, tokoh perempuan, pemerintah, perangkat, serta masyarakat desa untuk berkontribusi dalam merumuskan format penyelesaian konflik dengan menggunakan pendekatan multikulturalisme.

“Capaian yang ingin dicapai dari program ini dengan mewujudkan sistem sosial berbasis multikultur yang menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antar sesama melalui peran aktif tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan, pemuda, aparat pemerintah dan perangkat desa, serta masyarakat,” terang dia.

Nantinya, pembahasan Akur Desa akan dipilah dalam beberapa bidang meliputi agama dan kebudayaan, ekonomi dan sumber daya manusia, sosial dan Politik, serta gender dan kesetaraan.

“Program Akur Desa ini sebagai bentuk perpanjangan tangan dari Forpeace untuk menciptakan juru damai desa,” tandasnya.(adv/Rinto)