Ungkap Surat Rapid Test Palsu, Polisi Usut Keterlibatan Oknum di Puskesmas Marisa

Ungkap Surat Rapid Test Palsu, Polisi Usut Keterlibatan Oknum di Puskesmas Marisa

23/06/2021 22:26 0 By Syakir

Kasat Reskrim Polres Gorontalo IPTU. Mohammad Nouval Seno SIK

Hulondalo.id – Pihak kepolisian berencana mengusut keterlibatan oknum pegawai di Puskemas Marisa, dalam dugaan surat rapid test palsu. Hal itu terungkap, saat pihak karantina bandara Djalaludin Gorontalo mencurigai surat yang dibawa oleh 4 orang penumpang Batik Air, 17 Juni 2021 belum lama ini.

“Informasi ini kita dapatkan berdasarkan laporan dari pegawai karantina bandara. Dalam pengecekan tersebut mereka mendapati ada 4 surat Rapid Test diduga palsu yang tak masuk daftar di Dinas Kesehatan Pohuwato,” ungkap Kasat Reskrim Polres Gorontalo, IPTU Mohamad Nauval Seno, Rabu (23/06/2021).

Dari pengakuan keempat calon penumpang itu, mereka sudah melakukan pemeriksaan di Puskesmas Marisa dan sudah membayar uang senilai Rp 1 juta.

Masih kata Nauval, untuk Kabupaten Pohuwato sendiri hanya ada beberapa fasilitas kesehatan yang diberi kewenangan mengeluarkan surat rapid tes, dan Puskesmas Marisa tidak termasuk di dalamnya.

“Dalam pengakuan sang dokter (Puskesmas Marisa), dia tak pernah menandatangani surat, bahkan mengeluarkan surat tersebut. Namun, yang mengeluarkan surat itu, diduga dikeluarkan oleh salah satu staf di Puskemas Marisa,” bebernya.

Jika terbukti ada penyalahgunaan, maka siapapun oknum tersebut kata Nauval, maka akan dijerat dengan pasal 263 KUHP tentang tindak pidana pemalsuan surat, dengan ancaman penjara 6 tahun.

“Untuk penyelidikan lebih lanjut, kami sudah berkoordinasi dengan Ditreskrimum Polda Gorontalo, melakukan gelar perkara untuk pelimpahan perkara. Karena lokus delik berada di wilayah Hukum Polres Pohuwato yakni, di Puskesmas Marisa,” tandasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan upaya konfimasi dengan Plt Kadis Kesehatan Pohuwato Irfan Saleh via selular tidak bisa tersambung. (opin)