Unik, Begini Nih Salah Satu Cara Pemprov Gorontalo Tekan Inflasi

Unik, Begini Nih Salah Satu Cara Pemprov Gorontalo Tekan Inflasi

13/04/2019 20:09 0 By Alex

KRPL

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat melihat langsung keberhasilan anggota KRPL yang memanfaatkan pekarangan rumah ditanami jenis kangkung dan macam-macam hortikultura di Desa Ambara, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo, Sabtu (13/4/2019).

Hulondalo.id – Tidak bisa dibantah lagi, inflasi Gorontalo sangat dipengaruhi oleh 3 komoditas, yakni barito alias bawang, rica (cabe rawit), tomat. Jika harganya naik sedikit saja, sudah pasti akan sangat perpengaruh pada inflasi di daerah.

Nah, selama Tahun 2018, inflasi di Gorontalo berhasil ditekan dengan angka 2,15% dari target 3% plus minus 1%. Langkah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Gorontalo, semisal memantau pergerakan pasar hingga menjaga ketersediaan stok, dinilai berhasil.

Namun ada satu upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi Gorontalo yang mungkin belum begitu familiar. Caranya adalah melalui Kelompok Rumah Pangan Lestari (KRPL). Ya, mereka adalah kelompok ibu rumah tangga yang memanfaatkan lahan pekarangan rumahnya untuk ditanami berbagai komoditas seperti rempah-rempah, sayur-mayur hingga buah-buahan.

Seperti yang terlihat di KRPL di Desa Ambara, Kecamatan Dungaliyo, Kabupaten Gorontalo. Mereka menanam berbagai jenis komoditas hortikultura yang biasa menjadi pelengkap dapur rumah mereka. Uniknya, karena produksi di lahan pekarangan mereka berlebih, hasilnya mereka jual.

“Saya senang dan gembira melihat perkembangan KRPL ini. Saya sampaikan ke pak Kadis Pertanian untuk ikut membantu (Dinas Pangan) mengembangkan kelompok-kelompok seperti ini,” kata Gubernur Rusli Habibie yang jauh-jauh datang melihat KRPL di Desa Ambara ini, Sabtu (13/4/2019).

Dengan melihat progres KRPL tersebut, Gubernur Rusli Habibie berharap bisa terus dikembangkan dan diperluas melalui program serupa. Alasannya, supaya kaum emak-emak ini tidak lagi bergantung dengan produk pangan dari luar daerah yang dijual di pasaran.

“Salah satu penyumbang inflasi kita yaitu bawang, rica dan tomat. Masih banyak yang dipasok dari daerah tetangga. Penduduk kita sekitar 1,1 juta jiwa. Katakanlah, 100 ribu KK saja tiap hari tanam rica harganya Rp 10.000,- per kilo, berarti ada uang Rp 1 Miliar sudah berputar di masyarakat. Itu luar biasa besarnya,” aku Gubernur Rusli Habibie.

Nah, saking besarnya perhatian untuk mendukung eksistensi KRPL, Gubernur Rusli Habibie menyerahkan 2 jenis bantuan yakni KRPL dan PUPM atau Kelompok Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat.

Untuk KRPL dibagi berdasarkan kategori kelompok tahap pengembangan. Disini ada 10 kelompok dan masing-masing mendapatkan bantuan Rp 15 Juta. Sementara KRPL kategori kelompok tahap penumbuhan ada 5 kelompok memperoleh bantuan masing-masing Rp 50 Juta.

Sementara untuk PUPM, juga dibagi berdasarkan kategori kelompok pengembangan mendapatkan bantuan masing-masing Rp 60 Juta. Sementara untuk kelompok penumbuhan masing-masing mendapatkan Rp 160 Juta.(usman)