Untuk Pertama Kalinya, RS Ainun Sukses Bedah Ortopedi

Untuk Pertama Kalinya, RS Ainun Sukses Bedah Ortopedi

02/11/2019 20:27 0 By Alex

Bedah ortopedi atau operasi tulang sukses dilaksanakan di RS Ainun Gorontalo untuk pertama kalinya, Kamis (31/10/2019).

Hulondalo.id – Rumah Sakit Hasri Ainun Habibie (RS Ainun) terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat Gorontalo. Dan untuk pertama kalinya, RS Ainun sukses melakukan bedah ortopedi atau operasi tulang bagi masyarakat Gorontalo.

Operasi tulang yang dilaksanakan pada Kamis (31/10/2019) itu ditangani langsung oleh dokter spesialis ortopedi, dr Irawan Huntoyungo M.Kes Sp.OT dibantu dokter spesialis Anastesi dr Karliansyah Sp.AN. Operasi tulang dengan durasi selama 70 menit itu berlangsung sukses.

Dikatakan dr Irawan, fasilitas yang dimiliki RS Ainun saat ini sudah sangat bagus untuk melakukan tindakan operasi. Namun demikian, masih ada beberapa item fasilitas yang nantinya harus ditambah sehingga mampu menampung jumlah pasien yang dioperasi di RS Ainun.

“Sudah bagus. Alat-alatnya sudah memadai, ruangannya juga sudah berstandar. Melihat jumlah pasien yang sudah mulai meningkat, tentu ruang bedah atau operasinya harus ditambah. Mungkin ini menjadi PR dari pemerintah Provinsi maupun pihak rumah sakit dalam menambah ruangan operasi,” ucap Irawan.

Untuk saat ini, baru ada satu ruangan operasi di RS Ainun. Sementara, jumlah pasien yang harus mendapatkan penindakan bisa sampai 10 sampai 15 pasien.

“Secara keseluruhan saya melihat ini menjadi peluang besar bagi RS Ainun. Untuk penanganan ortopedi saja, belum banyak rumah sakit yang melakukan tindakan. Baru 3 di Gorontalo. Salah satunya di RS Ainun ini. Ini capaian prestasi yang luar biasa,” kata dr Irawan.

Dokter spesial Ortopedi, dr. Irawan Huntoyungo M.Kes Sp.OT bersama pasien perdana operasi tulang di RS Ainun Habibie Gorontalo

Senada juga diungkapkan dr. Karliansyah. Menurutnya, penanganan anastesi tidak berbeda jauh dari penanganan operasi lainnya. Namun dengan jumlah ruangan yang masih terbatas dan jumlah pengelola operasi yang sudah mulai banyak, tentu butuh sentuhan dalam penambahan ruang operasi.

“Untuk ortopedi sendiri membutuhkan waktu yang cukup panjang waktu operasinya. Dari segi persiapan yang harus matang hingga kesiapan alat-alat serta tenaga medis lainnya. Sementara RS Ainun baru memiliki satu ruang operasi sehingga operasi lainnya harus menunggu operasi ortopedi dulu, baru diambil tindakan,” papar Kepala Instalasi Bedah Sentral itu.

Karliansyah menuturkan pula, resiko dari operasi ortopedi sangat besar. Baik dari pendarah, masuknya udara ke dalam sistem sirkulasi darah yang bisa menyumbat pembuluh darah. Yang ditakutkan bisa terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Kedepan kita berharap bahwa pembenahan ruangan operasi bisa diperhatikan. Sehingga bisa melayani jumlah pasien yang lebih banyak lagi. Sebab kini RS Ainun mulai banyak pengunjungnya, serta permintaan operasi itu semakin meningkat. Sehingga butuh ruangan tambahan. Untuk SDM saya kira sudah sangat memadai,” paparnya.

Sementara itu, Direktur RS Ainun Habibie, dr. Yana Yanti Suleman mengapresiasi keberhasilan operasi ortopedi perdana di RS Ainun. Dengan masuknya ortopedi di RS Ainun, tentu sarana dan prasarana serta SDM di RS Ainun akan ditingkatkan.

Apalagi komitmen pemerintah Provinsi Gorontalo untuk menjadikan RS Ainun sebagai rumah sakit rujukan tersier di Indonesia Timur sehingga seluruh kesiapannya harus dimatangkan.

“Yang tentunya ditunjang pula oleh dukungan baik Pemerintah Provinsi, DPRD maupun masyarakat. Sebab keberadaan RS Ainun sudah sangat membantu masyarakat Gorontalo dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” pungkas Yana.(Alex)