Usai Penertiban Antrian SPBU, Siap-siap Depot Eceran BBM akan Ditutup Paksa

06/12/2019 19:09 3 By Alex

Penertiban kendaraan roda dua di SPBU yang diduga mengisi BBM berulang-ulang. Ada 30 kendaraan bermotor yang diamankan dan mayoritas memiliki tangki yang sudah dimodifikasi. (F. Istimewa)

Hulondalo.id – Setelah melakukan penertiban di sejumlah SPBU, tim gabungan akan memberikan pembinaan kepada petugas SPBU, termasuk melakukan sosialisasi terhadap depot-depot eceran Bahan Bakar Minyak (BBM). Setelah tahapan itu selesai, depot-depot eceran BBM akan ditutup paksa.

Sebelumnya pada penertiban di SPBU, sedikitnya 30 unit kendaraan bermotor (Ranmor) yang diduga sering digunakan untuk mengisi BBM secara berulang-ulang diamankan aparat gabungan di sejumlah SPBU Kota dan Kabupaten Gorontalo, belum lama ini.

Penertiban itu merupakan rangkaian instruksi dari Gubernur Gorontalo yang menjawab keresahan warga akibat langkanya BBM, terutama jenis premium.

“Semuanya ada 30 kendaraan. 25 kendaraan roda dua dan roda empat itu diamankan di SPBU Tamalate Kota Gorontalo. Sementara 5 kendaraan lain diamankan di SPBU di Kabupaten Gorontalo. Kendaraan yang diamankan rata-rata sudah dimodifikasi dan tidak memiliki kelengkapan berkendara,” ungkap Kepala Biro P2E Setda Provinsi Gorontalo, Sagita Wartabone yang diwawancarai, Jumat (6/12/2019).

Operasi penertiban ini sudah dilaksanakan selama 3 hari yakni tanggal 2, 4 dan 6 Desember. Operasi akan menyesuaikan dengan jadwal pengisian BBM di SPBU yang berlokasi di Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo dan Bone Bolango.

Aparat memberikan teguran kepada pengguna kendaraan bermotor untuk tidak melakukan pengisian berulang untuk diperjualbelikan secara eceran. Petugas SPBU juga diberi peringatan agar tidak lagi melayani pengisian BBM dalam jumlah banyak dan berulang.

“Penindakan ini kami harapkan bisa memberi efek jera kepada masyarakat dan operator SPBU. Kami berharap agar operasi serupa bisa ditindaklanjuti oleh setiap pemerintah daerah dan polres setempat,” tambah Sagita.

Setelah penertiban antrian SPBU, tahap berikutnya adalah meminta Hiswana Migas melakukan penataan dan pembinaan ke pihak SPBU.

BBM eceran di depot-depot kecil di Gorontalo. (F. gopos.id/Istimewa)

Pemda setempat juga diminta agar mensosialisasikan kepada depot-depot kecil untuk menghentikan aktivitasnya karena tidak sesuai dengan UU Nomor 2 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas (Migas).

“Setelah pembinaan dan sosialisasi dilaksanakan maka tahap terakhir melakukan sidak ke depot-depot untuk dilakukan penindakan dan penutupan paksa,” katanya.(adv/alex)