Vaksinasi Pertama Gubernur Gorontalo Sukses Tanpa Keluhan

Vaksinasi Pertama Gubernur Gorontalo Sukses Tanpa Keluhan

15/01/2021 09:56 0 By Alex

Gubernur Gorontalo Vaksin pertama

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie didampingi istri Idah Syahidah saat divaksin pertama bertempat di RS Ainun, Jumat (15/1/2021). (F. Salman/Humas)

Hulondalo.id – Vaksinasi Covid-19 pertama kali yang dilakoni Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bertempat di Rumah Sakit Hasri Ainun Habibie (RS Ainun) berlangsung sukses, Jumat (15/1/2021).

Dia mendapatkan suntikan vaksin sinovac dengan ukuran dosis 0,5 ml di lengan kirinya. Sebelum disuntik, dokter Taufik Biya sempat menunjukkan vaksin Sinovac masih dalam keadaan tersegel, termasuk jarum suntik.

Selain Gubernur Gorontalo, ada Kapolda Gorontalo Irjen Pol Akhmad Wiyagus, Danrem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Bagus Antonov Hardito, Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo Jaja Subagja dan pejabat vertikal lainnya yang dilakukan vaksinasi perdana.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Gorontalo, dr Irianto Dunda bersama Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman pun menjadi saksi vaksinasi pertama itu yang turut disiarkan secara langsung melalui live streaming di media sosial.

Proses vaksinasi untuk Gubernur Gorontalo dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan berlangsung selama 2 kali.

Pada 14 hari ke depan, semua penerima vaksin hari ini akan divaksin kali kedua untuk menambah imunitas tubuh dari kemungkinan terpapar covid-19. Hal serupa juga nantinya akan dilakukan kepada masyarakat umum.

Setelah selesai divaksin, Gubernur Gorontalo pun diharuskan untuk menjalani observasi selama 30 menit. Hasilnya pun stabil dan tidak ada gejala dan keluhan berarti. Bahkan setelah itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie langsung melayani pertanyaan wartawan saat konfrensi pers.

“Kami sangat yakin dan percaya vaksin ini sudah melalui proses yang panjang. Vaksin ini tidak ujuk-ujuk ada,” kata Rusli.

“Tadi juga sudah disaksikan oleh masyarakat bahwa vaksin yang disuntikkan ini benar-benar vaksin yang direkomendasikan oleh pemerintah pusat. Bukan air,” sambung dia.

Rusli meyakinkan kepada masyarakat bahwa vaksin yang disuntikkan kepadanya itu adalah sama dengan vaksin yang akan disuntikkan kepada tenaga kesehatan selama sebulan ke depan. Mereka menjadi prioritas untuk vaksinasi tahap I ini.

“Sama vaksinnya, tidak dibeda-bedakan. Ada masyarakat yang bertanya, jangan-jangan sama dengan obat ada yang generik ada yang paten, yang disuntikkan ke saya kualitas bagus yang masyarakat tidak. Saya katakan semuanya sama,” tegas Rusli.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Yana Yanti Suleman menyampaikan, kejadian ikutan pasca vaksinasi untuk setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung respon tubuh masing-masing. Menurutnya, hal itu adalah wajar dan akan ditangani oleh tenaga medis.

“Ketika kita mendapatkan sesuatu yang tidak dari tubuh kita, maka akan ada reaksi bergantung imun kita. Jadi sebetulnya sama misalnya dengan vaksin meningitis untuk jamaah umroh. Sama juga dengan vaksin untuk anak-anak. Ada yang panas, ada yang adem saja dan seterusnya,” pungkas dia.(adv/alex)