Waduh! Ketua PPK di Pohuwato Ditampar Camat, Ada Masalah Apa?

Waduh! Ketua PPK di Pohuwato Ditampar Camat, Ada Masalah Apa?

22/03/2020 20:09 0 By Yadin

Polsek Patilanggio, Pohuwato. (istimewa)

Hulondalo.id – Di tengah kesibukan pemerintah mengurusi penanganan Covid-19, oknum camat di Kabupaten Pohuwato malah diduga menampar Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Patilanggio, Muzakir Ibrahim.

Ini berawal saat korban sesuai pelantikan PPS (Panitia Pemungutan Suara) Ahad (22/3/2020) sore tadi, lagi berkumpul dengan rekan-rekannya.

Tiba-tiba, oknum Camat Patilanggio datang ke lokasi acara pelantikan. Tanpa bicara, ia kemudian diduga langsung menampar Muzakir yang mengenai pipi sebelah kiri.

Atas kejadian yang dialaminya itu, Muzakir terpaksa menempuh jalur hukum dan melapor ke Mapolsek Patilanggio.

“Setelah pelantikan, yang bersangkutan (camat) datang. Tidak bicara apa-apa, langsung ba pukul,” ungkap Muzakir saat diwawancarai hulondalo.id.

Kapolsek Patilanggio, Ipda Irwadin saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah menerima informasi dari anggotanya perihal kejadian itu.

“Itu tadi kata anggota saya ada, tapi belum jelas apa sudah diterima laporannya atau belum,” terang Irwadin.

Sementara Camat Patilanggio, Kisman Djafar saat dimintai klarifikasi soal kejadian itu mengaku, kalau tindakannya itu hanyalah sebuah pelajaran untuk pribadi Muzakir.

“Sesungguhnya saya tidak memukul, hanya merupakan tindakan pengajaran terhadap pribadi beliau. Bukan dalam kapasitas beliau sebagai ketua PPK,” kata Kisman.

Kisman menambahkan, ini berawal dari persoalan pengangkatan pembantu PPK. Dimana kata Kisman, Muzakir telah berkoordinasi dengan dirinya meminta usulan 3 ASN dari lingkup Kecamatan Patilanggio untuk diangkat di sekretariat PPK.

Tak cukup disitu, setelah 3 nama disodorkan, Muzakir kembali meminta tambahan 4 nama kepada camat.

“Awalnya beliau sudah konfirmasi dan koordinasi dengan saya meminta 3 orang PNS di lingkup kecamatan untuk membantu PPK. Kita sudah buatkan 3, beliau bilang itu nanti harus 7. Oke, saya penuhi permintaan beliau 7 orang,” jelas Kisman.

Yang membuat Kisman sakit hati dan merasa tak punya harga diri, saat 7 nama yang ia usulkan, tak ada satupun yang diangkat di sekretariat PPK.

“Kalau memang ada, tidak jadi masalah. Satu saja yang ada, itu pertanda ada hasil verifikasi dari KPU. Tapi diantara yang 7, tidak ada satupun,” kesalnya. (yadin)