Wagub Gorontalo Suarakan Stabilitas Harga Jagung pada Webdinar BPKN RI

Wagub Gorontalo Suarakan Stabilitas Harga Jagung pada Webdinar BPKN RI

14/05/2020 23:38 0 By Alex

Wakil Gubernur Gorontalo

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mengikuti webinar ketahanan pangan selama dan pasca pandemi virus Covid-19 yang digelar oleh BPKN RI, Kamis (14/5/2020). (F. Haris/Humas)

Hulondalo.id – Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim turut memperjuangkan stabilitas harga jagung pada seminar berbasis daring yang digelar Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI, Kamis (14/5/2020).

Pada webdinar yang membahas ketahanan pangan hingga pasca pandemi Covid-19, Wakil Gubernur mengutarakan bahwa panen raya jagung pada bulan Maret dan April 2020 membuat produksi jagung Gorontalo saat ini berlimpah. Namun harganya mengalami penurunan dari Rp 3.700 per Kg menjadi Rp 3.050 per Kg.

“Para pengusaha jagung tidak mau membeli dengan harga Rp 3.700 karena alasannya terkendala dengan sulitnya mengurus dokumen ekspor di masa pandemi virus Covid-19,” ketus Idris pada di hadapan para kepala daerah, kementerian dan lembaga-lembaga terkait itu.

“Kami berharap ini bisa dipermudah guna menjaga stabilitas harga jagung dan kesejahteraan petani di Gorontalo,” harap dia.

Selain itu, Wakil Gubernur Idris Rahim juga memaparkan kondisi stok dan harga gula pasir di Gorontalo. Menurutnya, stok gula pasir di pabrik gula Gorontalo saat ini kurang lebih 4.000 Ton, yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan di 3 provinsi, masing-masing Gorontalo, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.

“Ada usulan dari pihak perusahaan agar mereka diberikan izin impor untuk menjaga ketersediaan gula di Gorontalo, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah. Tentunya ini sepenuhnya merupakan kewenangan dari Kementerian Perdagangan,” katanya.

Sejatinya, webinar BPKN yang mengangkat tema “Menjaga Integritas Ketahanan Pangan dalam Upaya Mempertahankan Hak-Hak Konsumen” itu membahas 3 isu utama menyangkut ketahanan pangan selama dan pasca pandemi virus Covid-19, yaitu ketersediaan pangan dari segi suplai, ketersediaan distribusi logistik, serta ketersediaan dari segi permintaan pangan.(adv/alex)