Wilayah Teluk Tomini, UNG jadi PTN Pertama yang Vaksinasi Mahasiswanya

Wilayah Teluk Tomini, UNG jadi PTN Pertama yang Vaksinasi Mahasiswanya

19/07/2021 16:16 0 By Syakir

Vaksinasi bagi mahasiswa UNG, Senin (19/7/2021)

Hulondalo.id – kata Rektor Universitas Negeri Gorontalo Dr. Ir. Eduart Wolok, ST.,MT, UNG sebagai kampus pertama melaksanakan program vaksinasi bagi mahasiswa di wilayah Teluk Tomini atau Indonesia Timur ini, bukan hanya di Gorontalo.

Kata Eduart, ini semua langkah maju yang perlu kita terus digaungkan, sebab kita hidup di era New Normal atau Herd Immunity bisa tercipta 70% lebih rakyat Indonesia itu sudah melakukan vaksinasi Covid-19.

“Sehingga, kalangan intelektual, mahasiswa menjadi penting untuk mampu hadir untuk mensukseskan program vaksinasi ini. Sebab, kita tak bisa membedakan berita atau informasi yang legal dalam pemberitaan, maka tentu yang kita lakukan saat ini adalah sesuatu yang benar,” ungkap Eduart, Senin (19/7/2021).

Lebih lanjut kata Rektor, pemberitaan saat ini soal ketidaknyamanan vaksinasi ini di kalangan masyarakat umum, dan saya tegaskan semua vaksin itu baik dan bagus.

Saat ini, dijelaskan Rektor UNG, Indonesia belum termasuk produsen vaksin, jadi kita masih ketergantungan kepada negara lain soal pasokan vaksin ini. Kalau sebelumnya sudah ada vaksin astrazeneca pasti saya sudah vaksin pakai astrazeneca, tapi awal saya divaksinasi tak menggunakan itu.

Sebelumnya juga, aparat penemu vaksin Astrazeneca ini sudah pernah diteliti oleh salah satu Profesor di Universitas Oxford. Vaksin ini murah, sebab hak patennya tak diambil.

“Jadi hasil penemuan ini, benar-benar diberikan dan didedikasikan untuk kesejahteraan masyarakat dan kemaslahatan umat, karena vaksinasi astrazeneca ini sangat murah dan daya tahan tubuhnya tinggi. ” ujar Rektor.

Maka tentu, kata Eduart masyarakat dan mahasiswa saat ini menggunakan vaksinasi yang baik dalam menghadapi varian baru Covid-19.

“Kita ingin perekonomian Normal, jadi kita harus melakukan vaksinasi bersama untuk hidup sehat,” tegas Rektor.

Ia menambahkan, mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo saat ini berjumlah 22rb dan yang mengajukan permohonan penurunan UKT saat pandemi Covid-19 sebanyak 6rb mahasiswa yang bermohon.

“Ini menjadi sejarah di 2 tahun terakhir selama pandemi, karena kondisi ekonomi masyarakat sangat lemah. Maka harus ekonomi kita membaik, menuntut untuk kuliah tatap muka. Tentu, semua harus tercipta herd Immunity melalui program vaksinasi ini,” tandas Rektor UNG. (Inkri/Adv)