Wujudkan Zero AIDS 2030 di Kota Blitar, Temukan, Obati dan Pertahankan

Wujudkan Zero AIDS 2030 di Kota Blitar, Temukan, Obati dan Pertahankan

19/11/2020 09:12 0 By Maman

Rakor Satgas HIV-AIDS

Pjs Walikota Blitar, Jumadi memaparkan Program Tri Zero dari Kemenkes dalam penanganan virus HIV-AIDS. (foto:istimewa)

Hulondalo.id – Bahaya penyebaran virus HIV-AIDS di Kota Blitar masih menjadi skala prioritas dalam penanganannya, selain pandemi Covid-19 yang fluktuasi grafiknya masih naik turun. Ini juga menjadi menjadi hal yang sangat penting saat pemerintah masih kesulitan mendeteksi dini akan penyebaran virus yang belum diketemukan obat penangkalnya tersebut.

Pjs Walikota Blitar, Dr. Ir. Jumadi mengatakan, Pemkot Blitar punya tanggung jawab dalam mewujudkan Zero AIDS ini secara periodik, sebagaimana diharapkan Kementerian Kesehatan RI, sampai dengan tahun 2030 mendatang.

Saat membuka Rakor bersama Komisi Penanggulangan AIDS Kota Blitar, Rabu (18/11/20), Jumadi mengatakan, rakor ini mengevaluasi kinerja program komisi terkait bagaimana mencapai program Tri Zero.

“Bagaimana upaya agar tidak ada infeksi baru, tidak ada kematian, dan tidak ada diskriminasi, dengan model atau langkah, Temukan, Obati dan Pertahankan atau Tri Zero, ini yang harus kita diskusikan cara pencegahannya dan membuat sistem agar kita bisa mengetahui dengan cepat,” kata Jumadi di ruang Sasana Praja Gedung Kantor WaliKota Jl. Merdeka Kota Blitar.

Jumadi juga mengatakan, metode grafik standar informasi dari bawah ke atas, kedepan semoga tingkat partisipasi ditingkat bawah, masyarakat yang pro aktif sebagai kader dilapangan bisa menginformasikan kasus dilapagan dengan cepat. Sehingga kata Jumadi, tim satgas akan bertindak cepat melakukan penanganan secara maksimal.

Dinas Kesehatan dengan keterbatasanya, komisi dan kesadaran serta empati para kader dilapangan, bisa membuat fungsi OPD terkait akan berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.

“Seperti data mulai dari tingkat RT/RW hingga ke lembaga diatasnya akan selalu sama, secara bertahap, capaian penanganan kasus di Kota Blitar akan berhasil baik, karena rencana aksinya akan lebih terfokus,” ungkapnya.

“Data yang ada, tahun 2019 pada bulan Oktober ada peningkatan angka mencapai hingga 19% lebih, atau, dari 204 kasus naik menjadi 254 kasus, nilai indeks kematian yang masih relatif tinggi yaitu sebesar 30” tambahnya.

Ini artinya kata Jumadi, Pemkot Blitar harus banyak mengevaluasi pada tingkat hambatan yang ada selama ini. Apa tantangan yang dihadapi, maka kata Jumadi, Kepala Dinas Kesehatan dan Ketua Bappeda Kota Blitar menyusun rencana kerja.

“Harapannya, output ini akan menyelesaikan sepuluh rencana aksi tim penanggulangan masalah HIV AIDS, dan capaian grafiknya tidak akan seperti gunung es yang dari kecil menjadi semakin besar,” pungkasnya. (Anang/Hms/Adv)